Kekalahan Madura United vs Dewa United 1-2: Brace Ricky Kambuaya Tenggelamkan Laskar Sape Kerrab ke Zona Degradasi
JAKARTA, olahraga.incaberita.co.id – Kekalahan Madura United vs Dewa United di pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026 menjadi pukulan telak bagi Laskar Sape Kerrab di kandang sendiri. Tuan rumah takluk 1-2 di Stadion Gelora Bangkalan, Sabtu 25 April 2026 sore WIB. Brace Ricky Kambuaya di babak kedua menjadi senjata mematikan yang membalikkan keadaan dan menenggelamkan Madura United ke zona degradasi.
Laga Madura United vs Dewa United ini sejatinya berjalan menjanjikan bagi tuan rumah di babak pertama. Junior Brandao membuka keunggulan di menit ke-7 dan Madura United tampil solid mempertahankan keunggulan hingga turun minum. Namun babak kedua bercerita berbeda setelah pelatih Dewa United melakukan perubahan taktis yang mengubah jalannya pertandingan secara drastis.
Kekalahan ini semakin memperburuk posisi Madura United yang kini terperosok ke zona degradasi di peringkat ke-16 dengan hanya 26 poin. Sementara Dewa United menikmati tiga poin penting yang mengangkat mereka ke posisi ketujuh klasemen dengan 44 poin. Persaingan di papan bawah Super League semakin menegangkan dengan sisa pertandingan yang kian terbatas.
Madura United vs Dewa United: Brandao Bawa Tuan Rumah Unggul di Menit Ke-7

Sumber gambar : siap.viva.co.id
Madura United vs Dewa United dimulai dengan tempo tinggi dari tuan rumah yang langsung menekan sejak peluit kick-off berbunyi. Laskar Sape Kerrab tampil agresif dan berani dengan pressing ketat yang membuat Dewa United kerepotan membangun serangan dari bawah. Kondisi lapangan yang licin akibat hujan sebelum pertandingan turut menambah kesulitan kedua tim dalam memainkan bola dengan nyaman.
Kerja keras Madura United berbuah hasil cepat di menit ke-7. Iran Goncalves Junior mengirimkan umpan terobosan matang ke dalam kotak penalti yang berhasil Junior Brandao manfaatkan dengan sempurna. Striker asal Brasil itu melewati adangan kiper Sonny Stevens sebelum dengan tenang menceploskan bola ke gawang yang sudah tak terkawal. Stadion Gelora Bangkalan pun meledak menyambut gol pembuka tuan rumah.
Keunggulan cepat itu membuat Madura United tampil lebih percaya diri dan mendominasi penguasaan bola dengan 58 persen. Dewa United berusaha merespons dengan lima percobaan tembakan namun pertahanan Madura United yang Pedro Monteiro komandoi tampil sangat solid. Skor 1-0 bertahan hingga wasit Yudi Nurcahya meniup peluit tanda turun minum.
Egy dan Marukawa Masuk, Dewa United Langsung Berubah Wajah
Pelatih Dewa United Jan Olde Riekerink tidak tinggal diam melihat timnya tertinggal di babak pertama. Memasuki babak kedua, ia langsung melakukan dua perubahan krusial dengan memasukkan Egy Maulana Vikri dan Taisei Marukawa. Kehadiran dua pemain kreatif itu seketika mengubah wajah permainan Banten Warriors menjadi jauh lebih dinamis dan berbahaya.
Dewa United langsung tampil lebih agresif dan berani menekan pertahanan Madura United yang mulai kelelahan. Intensitas serangan meningkat drastis dengan Ricky Kambuaya bergerak aktif sebagai motor permainan di lini tengah. Madura United mulai kesulitan menghadapi tekanan bertubi-tubi dari tim tamu yang bermain dengan semangat comeback.
Hasilnya tidak butuh waktu lama untuk terlihat. Baru dua menit babak kedua berjalan, tepatnya menit ke-47, Kambuaya menerima umpan matang dari Alexis Messidoro dan dengan tenang menaklukkan kiper Diky Indrayana. Gol penyeimbang itu membuat skor berubah menjadi 1-1 dan membakar semangat seluruh tim tamu yang terus menekan tanpa henti.
Brace Ricky Kambuaya Balikkan Madura United vs Dewa United di Menit 52
Momentum dalam laga Madura United vs Dewa United berubah total setelah gol penyeimbang Kambuaya. Dewa United semakin percaya diri dan terus menggempur pertahanan Laskar Sape Kerrab yang mulai terbuka. Madura United berusaha menstabilkan permainan namun tekanan Banten Warriors terlalu berat untuk dibendung.
Lima menit setelah gol pertamanya, Kambuaya kembali menjadi pahlawan di menit ke-52. Johnathan Carlos Pereira Souza mengirimkan umpan dari sisi kanan yang berhasil Kambuaya sambut dengan sempurna di dalam kotak penalti. Tanpa ragu gelandang timnas Indonesia itu melepaskan tembakan keras yang kembali merobek gawang Diky Indrayana untuk memastikan keunggulan Dewa United 2-1.
Dua gol dalam rentang lima menit dari kaki yang sama menjadi mimpi buruk bagi Madura United. Ricky Kambuaya tampil sebagai finisher matang yang memanfaatkan setiap peluang dengan sangat klinis. Gelandang berusia 29 tahun itu membuktikan kualitas dan pengalamannya sebagai salah satu gelandang terbaik di BRI Super League musim ini.
Madura United Gagal Balas, Sape Kerrab Terpuruk ke Zona Degradasi
Madura United berusaha mencari gol penyeimbang di sisa pertandingan namun Dewa United tampil sangat disiplin menjaga keunggulan. Beberapa peluang Laskar Sape Kerrab berhasil digagalkan kiper Sonny Stevens yang tampil sigap. Dewa United bahkan masih punya beberapa peluang tambahan lewat Wahyu Prasetyo namun tidak menghasilkan gol tambahan.
Peluit panjang wasit berbunyi dengan skor tetap 2-1 untuk kemenangan Dewa United. Stadion Gelora Bangkalan yang tadi bergemuruh mendukung tuan rumah mendadak senyap menyaksikan kekalahan yang sangat menyakitkan. Pelatih Caretaker Madura United Rakhmat Basuki mengaku menyayangkan hasil ini meski mengakui timnya bermain lebih baik dari sebelumnya.
Rakhmat menyebut timnya kurang beruntung di laga ini dan berjanji memperbaiki diri di pertandingan berikutnya. Ia tidak menyalahkan pemain yang sudah berjuang keras sepanjang pertandingan. Namun kenyataan pahit tetap harus diterima — Madura United kembali terperosok ke zona degradasi yang selama ini mereka coba hindari.
Dampak Kekalahan Madura United vs Dewa United bagi Klasemen Super League
Kekalahan dalam laga Madura United vs Dewa United membawa konsekuensi besar bagi posisi Laskar Sape Kerrab di klasemen. Madura United kini mengoleksi 26 poin dari 29 laga dengan catatan 6 menang, 8 seri, dan 15 kalah. Posisi ke-16 di zona degradasi itu membuat situasi tim semakin genting dengan sisa laga yang terus berkurang.
Dewa United sebaliknya menikmati kenaikan drastis di klasemen. Tiga poin dari Bangkalan mengangkat Banten Warriors ke posisi ketujuh dengan 44 poin dari 29 pertandingan. Kemenangan ini menjaga peluang Dewa United untuk menembus posisi lima besar yang memberikan tiket kompetisi Asia musim depan.
Bagi Madura United, tekanan semakin besar menjelang sisa musim. Setiap laga kini menjadi pertaruhan untuk menghindari degradasi yang semakin nyata mengancam. Manajemen dan tim pelatih harus segera menemukan solusi agar Laskar Sape Kerrab bisa keluar dari lubang degradasi sebelum musim berakhir.
Kesimpulan
Madura United vs Dewa United berakhir dengan kekalahan menyakitkan 1-2 yang semakin mempersulit posisi tuan rumah di klasemen Super League. Brace Ricky Kambuaya di babak kedua membuktikan bahwa satu keputusan taktis yang tepat bisa mengubah segalanya dalam sepak bola. Madura United kini harus bangkit dengan cepat atau risiko degradasi akan semakin nyata di sisa musim BRI Super League 2025/2026.
Pantau terus Incaberita untuk mendapatkan hasil pertandingan terbaru dan analisis lengkap BRI Super League 2025/2026.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Liga Indonesia
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Napoli Bantai Cremonese 4-0 di Maradona, McTominay dan De Bruyne Bersinar dan Partenopei Kokoh di Tiga Besar Serie A
