Kekalahan Persija Jakarta dari Persib Bandung, Mimpi Juara Resmi Padam
olahraga.incaberita.co.id — Kekalahan Persija Jakarta dari Persib Bandung menjadi pukulan besar bagi ambisi Macan Kemayoran di Super League 2025/2026. Hasil 1-2 dalam laga bertajuk El Clasico itu membuat peluang mereka untuk menjadi juara resmi tertutup.
Pertandingan berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026). Duel besar tersebut berjalan penuh gengsi karena mempertemukan dua klub dengan rivalitas panjang di sepak bola Indonesia.
Persija sebenarnya sempat membuka harapan lebih dulu melalui gol Alaaeddine Ajaraie. Keunggulan itu memberi angin segar bagi tim asuhan Mauricio Souza untuk menjaga asa di papan atas.
Namun, Persib Bandung mampu membalikkan keadaan lewat dua gol Adam Alis. Brace tersebut membuat Pangeran Biru pulang dengan kemenangan penting sekaligus mematahkan peluang Persija mengejar gelar.
Persija Sempat Unggul Sebelum Persib Membalikkan Keadaan
Awal pertandingan memberi sinyal positif bagi Persija Jakarta. Mereka tampil berani dan berhasil mencuri momentum melalui gol yang dicetak Alaaeddine Ajaraie.
Gol tersebut membuat Macan Kemayoran berada dalam posisi nyaman untuk sementara waktu. Persija terlihat punya peluang menjaga persaingan juara jika mampu mempertahankan keunggulan hingga akhir laga.
Namun, Persib tidak menyerah begitu saja. Tim Maung Bandung perlahan menemukan celah untuk menekan dan akhirnya berhasil menyamakan kedudukan melalui Adam Alis.
Situasi semakin berat bagi Persija ketika Adam Alis kembali mencetak gol kedua. Comeback Persib itu menjadi titik balik yang membuat laga berubah dari harapan menjadi kekecewaan bagi kubu Macan Kemayoran.
Selisih Poin Membuat Persija Mustahil Mengejar Persib
Setelah kekalahan tersebut, Persija Jakarta tertahan di peringkat ketiga klasemen sementara. Macan Kemayoran mengoleksi 65 poin dan tertinggal 10 angka dari Persib Bandung yang berada di puncak.
Dengan hanya dua pertandingan tersisa, Persija maksimal hanya bisa mencapai 71 poin. Jumlah itu tidak cukup untuk melewati Persib yang sudah berada di angka 75 poin.

Sumber Gambar : IDN Times
Kondisi ini membuat hitungan matematis Persija dalam perebutan gelar berhenti. Mereka tidak lagi memiliki jalur untuk menyalip Persib meski mampu menyapu bersih dua laga terakhir.
Bukan hanya Persib yang tidak bisa dikejar, Persija juga tidak mungkin menggeser Borneo FC Samarinda dari posisi kedua. Pesut Etam sudah mengumpulkan 72 poin, melewati potensi poin maksimal Persija.
Fabio Calonego Minta Persija Tetap Menegakkan Kepala
Meski peluang juara sudah tertutup, Persija Jakarta tidak ingin larut dalam kekecewaan. Gelandang Fabio Calonego menegaskan pentingnya menjaga mental setelah kekalahan dari Persib.
Ia menyampaikan bahwa tim harus tetap mengangkat kepala. Pesan tersebut menjadi dorongan agar para pemain tidak kehilangan semangat dalam menyelesaikan sisa kompetisi.
Bagi Persija, dua laga terakhir tetap memiliki nilai penting. Walau gelar sudah lepas, Macan Kemayoran masih perlu menjaga kehormatan, konsistensi, dan posisi terbaik di klasemen akhir.
Ucapan Fabio Calonego juga menggambarkan sikap profesional yang harus dipegang tim. Persija masih punya tanggung jawab untuk menutup musim dengan performa yang pantas bagi pendukungnya.
Persaingan Gelar Kini Tinggal Persib dan Borneo FC
Tersingkirnya Persija Jakarta dari perburuan gelar membuat peta persaingan semakin mengerucut. Kini hanya Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda yang masih berada dalam jalur perebutan juara.
Persib berada dalam posisi paling menguntungkan karena memimpin klasemen. Kemenangan atas Persija memberi tambahan kepercayaan diri besar bagi Pangeran Biru menjelang dua pertandingan terakhir.
Borneo FC masih memiliki peluang untuk menyamai koleksi poin Persib. Syaratnya, Pesut Etam harus meraih kemenangan dalam laga melawan Bali United dan menjaga hasil positif pada pertandingan berikutnya.
Meski demikian, jalan Borneo tidak mudah. Mereka harus menyapu bersih tiga pertandingan tersisa sambil berharap Persib kehilangan poin pada dua laga penutup musim.
Jadwal Sisa Persib dan Borneo Jadi Penentu Akhir Musim
Persib Bandung masih akan menghadapi PSM Makassar dan Persijap Jepara dalam dua pertandingan terakhir. Dua laga tersebut menjadi kesempatan bagi Maung Bandung untuk memastikan gelar tanpa bergantung pada hasil tim lain.
Borneo FC Samarinda memiliki tiga pertandingan tersisa. Pesut Etam dijadwalkan melawan Bali United, Persijap Jepara, dan Malut United dalam upaya menjaga asa hingga pekan terakhir.
Dari sisi jumlah laga, Persija Jakarta memang memiliki satu pertandingan lebih banyak. Namun, jumlah laga tersebut tidak otomatis membuat jalan mereka lebih lapang karena tekanan untuk selalu menang justru semakin besar.
Setiap pertandingan tersisa akan menjadi simpul penting dalam perburuan gelar. Satu hasil imbang atau kekalahan bisa mengubah suasana kompetisi, terutama bagi Borneo yang wajib tampil sempurna.
Head-to-Head Membuat Persib Lebih Di Atas Angin
Selain unggul posisi di klasemen, Persib Bandung juga memiliki keunggulan penting atas Borneo FC. Jika kedua tim finis dengan poin sama, Persib tetap berada di atas karena unggul head-to-head.
Faktor tersebut membuat Borneo berada dalam situasi yang lebih rumit. Menyamai poin Persib saja tidak cukup untuk membawa mereka menjadi juara pada akhir musim.
Pesut Etam harus berharap Persib benar-benar kehilangan poin agar peluang mereka terbuka. Tanpa itu, kemenangan dalam tiga laga sisa tetap belum menjamin perubahan di puncak klasemen.
Dengan demikian, kekalahan Persija Jakarta bukan hanya menutup cerita Macan Kemayoran dalam perebutan gelar. Hasil El Clasico ini juga membuat panggung juara kini menyisakan duel taktis antara Persib yang memegang kendali dan Borneo yang masih mengejar dari bayang-bayang.
Baca juga konten dengan artikel liga favoritmu hanya di Liga Indonesia
Simak berita mendalam lainnya mengenai Arema FC vs PSM Makassar, Juku Eja Hadapi Ujian Berat di Kanjuruhan
