Juni 5, 2026

INCABERITA Olahraga

Portal Berita Olahraga Terkini dan Terpercaya

Belanda vs Aljazair 0-1: Pertandingan 04 Juni 2026 Hadj Moussa Cetak Gol Perdana di Kandang Sendiri, Luca Zidane Buat De Oranje Frustrasi

Aljazair Menang 1-0 atas Belanda di Pemanasan Piala Dunia 2026, Luca Zidane Enam Penyelamatan dan Moussa Cetak Gol Bersejarah

JAKARTA, olahraga.incaberita.co.id – Belanda vs Aljazair berakhir dengan hasil yang mengejutkan publik sepak bola dunia. De Oranje takluk 0-1 dari Aljazair dalam laga pemanasan Piala Dunia 2026 di Stadion De Kuip, Rotterdam, Kamis 4 Juni 2026 dini hari WIB. Anis Hadj Moussa menjadi pahlawan tak terduga dengan mencetak gol kemenangan di menit ke-86 — dan ironinya, gol itu ia cetak di kandang Feyenoord, klub yang selama ini membesarkan namanya.

Belanda vs Aljazair menjadi cerita tentang dominasi yang tidak berbicara di papan skor. Ronald Koeman menyaksikan timnya menciptakan 17 tembakan ke gawang dengan expected goals mencapai 2,20 — namun tidak satu pun melewati garis gawang. Di balik keajaiban itu berdiri Luca Zidane, kiper muda Aljazair yang tak lain adalah putra kandung legenda sepak bola dunia Zinedine Zidane, yang tampil heroik dengan enam penyelamatan luar biasa sepanjang laga.

Kekalahan ini menjadi alarm keras bagi De Oranje menjelang Piala Dunia 2026. Belanda tergabung dalam Grup F bersama Jepang, Swedia, dan Tunisia — dan performa malam ini menunjukkan masalah ketajaman yang harus segera Koeman selesaikan sebelum turnamen akbar itu dimulai. Satu uji coba terakhir melawan Uzbekistan pada 9 Juni menjadi kesempatan terakhir bagi Belanda untuk memperbaiki diri.

Belanda vs Aljazair: Dominasi Total Oranje yang Berujung Frustrasi

Belanda vs Aljazair 0-1 Pertandingan 04 Juni 2026 Hadj Moussa Cetak Gol Perdana di Kandang Sendiri, Luca Zidane Buat De Oranje Frustrasi

Sumber gambar : jakarta.suaramerdeka.com

Belanda vs Aljazair dimulai dengan tempo tinggi dari tuan rumah yang langsung mengambil kendali permainan. Cody Gakpo dan Crysencio Summerville tampil lincah di kedua sisi sayap dan berulang kali merepotkan barisan pertahanan Aljazair. Koeman menginstruksikan timnya untuk bermain menyerang dengan skema 4-3-3 yang mengandalkan kecepatan dan kreativitas di sisi lapangan.

Peluang emas pertama Belanda datang di menit ke-8 lewat situasi yang sangat menjanjikan. Tijjani Reijnders mengirimkan umpan silang akurat ke kotak penalti dan menemukan Donyell Malen yang berdiri bebas berhadapan dengan kiper. Malen yang tinggal tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Luca Zidane justru melepaskan tembakan yang membentur tiang kiri gawang. Peluang emas terbuang dan De Kuip menghela napas panjang.

Babak pertama berakhir tanpa gol meski Belanda terus menekan. Frenkie de Jong dan Ryan Gravenberch aktif mendorong serangan dari lini tengah namun penyelesaian akhir menjadi masalah yang terus membayangi. Lini belakang Aljazair yang dikomandoi Aissa Mandi dan Zineddine Belaid tampil sangat solid dalam menghalau setiap ancaman yang Belanda ciptakan.

Luca Zidane Tampil Heroik, Warisi Nama Besar Sang Ayah

Satu nama yang langsung mencuri perhatian dalam laga Belanda vs Aljazair adalah Luca Zidane. Kiper berusia 26 tahun yang merupakan putra Zinedine Zidane itu tampil sebagai tembok tak terpecahkan di bawah mistar gawang Aljazair. Enam penyelamatan gemilang yang ia buat sepanjang 90 menit menjadi kontribusi terbesar dalam kemenangan bersejarah tim Afrika Utara itu.

Penyelamatan terbaik Luca datang di menit ke-62 ketika Justin Kluivert — yang baru masuk dari bangku cadangan — melepaskan tembakan melengkung yang mengarah ke pojok atas gawang. Secara insting Luca langsung bereaksi dan menepis bola dengan ujung jarinya. Stadion De Kuip yang sudah bersiap merayakan gol terdiam seketika menyaksikan aksi luar biasa sang kiper muda.

Penampilan Luca malam ini pasti membuat bangga sang ayah. Zinedine Zidane yang pernah mendominasi panggung sepak bola dunia kini menyaksikan buah hatinya membuat sejarah tersendiri. Luca membuktikan bahwa nama besar keluarga Zidane bukan hanya milik sang legenda — ia sedang menulis babaknya sendiri di atas lapangan hijau.

Hadj Moussa Cetak Gol Bersejarah di Kandang Klubnya

Klimaks laga Belanda vs Aljazair terjadi di menit ke-86 dengan cara yang paling dramatis dan paling ironis sekaligus. Anis Hadj Moussa — penyerang sayap berusia 24 tahun yang membela Feyenoord Rotterdam — mencetak gol kemenangan Aljazair di Stadion De Kuip, yang tidak lain adalah kandang klub yang membesarkan kariernya di Eropa.

Moussa memanfaatkan celah di lini pertahanan Belanda yang mulai kelelahan setelah menyerang terus selama 86 menit. Ia menerima bola di ruang kosong, mengontrol dengan tenang, lalu melepaskan tembakan keras ke sudut jauh gawang yang tidak mampu kiper Bart Verbruggen jangkau. Gol itu sekaligus menjadi gol internasional pertama Moussa bersama timnas Aljazair — debut yang tidak akan pernah ia lupakan.

Pemain dan staf pelatih Aljazair langsung berlarian merayakan momen bersejarah itu. Sementara ribuan pendukung Belanda di De Kuip terdiam bisu menyaksikan tim kesayangan mereka tak berdaya di hadapan gol yang lahir dari pemain yang justru mereka kenal baik sebagai salah satu pemain terbaik Feyenoord. Drama yang sempurna di malam yang tidak sempurna bagi De Oranje.

Reaksi Van Dijk dan Alarm Jelang Piala Dunia 2026

Kapten Belanda Virgil van Dijk tidak menyembunyikan kekecewaannya usai laga Belanda vs Aljazair ini. Van Dijk menyebut timnya seharusnya mampu unggul lebih dulu jika melihat jumlah peluang yang tercipta sepanjang 90 menit. Bek Liverpool itu menilai masalah penyelesaian akhir harus segera mendapat perhatian serius dari Koeman sebelum Piala Dunia dimulai.

Belanda tergabung dalam Grup F Piala Dunia 2026 bersama Jepang, Swedia, dan Tunisia. Di atas kertas De Oranje menjadi favorit kuat untuk lolos dari grup — namun performa malam ini memunculkan pertanyaan nyata tentang ketajaman lini serang. Tujuh belas tembakan dengan xG 2,20 tapi tidak menghasilkan satu gol pun adalah angka yang tidak bisa diabaikan begitu saja.

Ronald Koeman masih punya satu kesempatan untuk memperbaiki situasi. Belanda akan menghadapi Uzbekistan pada 9 Juni 2026 sebagai uji coba terakhir sebelum keberangkatan ke Amerika Serikat. Koeman berharap laga itu bisa memulihkan kepercayaan diri timnya sekaligus menjawab keraguan publik yang mulai muncul pasca kekalahan mengejutkan dari Aljazair malam ini.

Dampak Kemenangan Aljazair Jelang Piala Dunia

Bagi Aljazair, kemenangan dalam laga Belanda vs Aljazair ini menjadi suntikan moral yang sangat berharga. Tim Afrika Utara itu akan menghadapi tantangan berat di Grup J Piala Dunia 2026 — berhadapan dengan juara bertahan Argentina, Austria yang solid, dan Yordania sebagai debutan. Menang atas Belanda membuktikan bahwa Aljazair bukan sekadar peserta — mereka datang untuk bersaing.

Pelatih Vladimir Petkovic berhasil merancang strategi yang sempurna malam ini. Bertahan dengan disiplin, memanfaatkan setiap transisi dengan cepat, dan menunggu momen yang tepat untuk menyerang. Gol Moussa di menit ke-86 lahir dari keberanian dan kejelian membaca situasi — bukan keberuntungan semata.

Aljazair masih menjalani satu laga pemanasan lagi melawan Bolivia sebelum membuka perjuangan di Piala Dunia. Kemenangan atas Belanda menjadi fondasi mental yang kuat. Tim yang mampu menang di De Kuip melawan salah satu unggulan Eropa sudah terbukti memiliki kualitas dan mentalitas untuk bersaing di pentas tertinggi sepak bola dunia.

Kesimpulan

Belanda vs Aljazair menjadi salah satu hasil paling mengejutkan di FIFA Matchday Juni 2026. Dominasi total Belanda dengan 17 tembakan dan xG 2,20 tidak berbicara karena Luca Zidane tampil luar biasa dan Hadj Moussa mencetak gol bersejarah di menit ke-86. De Oranje pulang tanpa poin sebagai alarm keras menjelang Piala Dunia, sementara Aljazair terbang ke Amerika Serikat dengan kepercayaan diri tertinggi.

Pantau terus Incaberita untuk mendapatkan perkembangan terbaru seputar perjalanan Belanda dan Aljazair di Piala Dunia 2026.

Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Sepakbola

Author