Bursa Pelatih Milan Memanas, Glasner Ungguli Pochettino dan Slot Usai Pertemuan Enam Jam dengan Ibrahimovic
JAKARTA, olahraga.incaberita.co.id – Bursa pelatih Milan memanas dan pencarian pelatih baru AC Milan memasuki fase paling kritis sejak Massimiliano Allegri resmi meninggalkan bangku cadangan San Siro. Di antara semua nama yang beredar, Oliver Glasner kini berdiri paling kokoh di puncak daftar incaran. Cardinale dan Zlatan Ibrahimovic terbang ke Jerman dan duduk bersama pelatih asal Austria itu selama enam jam penuh — sebuah sinyal yang sulit disalahartikan.
Kerumitan situasi ini tidak berhenti di Glasner saja. Di sisi lain meja negosiasi, Mauricio Pochettino ternyata sudah mengantongi kesepakatan finansial dengan Rossoneri senilai €5 juta per musim. Namun fakta itu belum mengubah urutan prioritas di benak Cardinale. Glasner tetap di posisi puncak sementara Pochettino menunggu di urutan berikutnya.
Waktu menjadi musuh terbesar Milan saat ini. Tenggat FIGC pada 16 Juni terus mendekat sementara musim lalu berakhir dengan kekecewaan — finis kelima Serie A dan tiket Liga Champions yang raib. Rossoneri butuh kepastian, dan butuhnya sekarang.
Bursa Pelatih Milan Memanas: Glasner Unggul Usai Pertemuan Enam Jam

Sumber gambar : bola.net
Bursa pelatih Milan memanas dan pertemuan enam jam di Jerman menjadi puncak dari keseluruhan proses pencarian ini. Cardinale dan Ibrahimovic tidak hanya mengirim agen atau perwakilan — mereka datang sendiri. Keputusan itu berbicara lebih keras dari siapapun yang duduk bersama Glasner di ruangan itu.
Glasner datang ke pertemuan itu bukan dengan tangan kosong. Ia baru saja menulis sejarah bersama Crystal Palace — membawa klub yang selama hampir satu abad tak pernah meraih trofi Eropa akhirnya mengangkat piala UEFA Conference League. Pencapaian itu menjadi kartu truf terkuat yang pelatih berusia 51 tahun itu pegang di hadapan Cardinale.
Hubungan Glasner dengan Ralf Rangnick — tokoh yang Cardinale bidik untuk memimpin departemen olahraga Milan — menambah satu lapisan lagi pada daya tariknya. Keduanya memiliki akar yang sama dari era sepak bola berbasis pressing di Austria dan Jerman. Jika keduanya bersatu di San Siro, Rossoneri tidak hanya mendapat pelatih — mereka mendapat sebuah sistem.
Bursa Pelatih Milan Memanas: Pochettino Deal €5 Juta Tapi Glasner Tetap Utama
Bursa pelatih Milan memanas dengan satu fakta yang mengejutkan banyak pihak. Di balik semua perhatian yang tertuju pada Glasner, La Gazzetta dello Sport membongkar bahwa Pochettino diam-diam sudah mengantongi kata sepakat dengan Milan atas nilai kontrak €5 juta per musim. Kesepakatan itu ada, nyata, dan sudah berada di atas meja.
Namun Cardinale memilih tidak mengaktifkannya — belum. Bagi pemilik Milan asal Amerika Serikat itu, Glasner bukan sekadar nama di sebuah daftar. Glasner adalah pilihan yang Cardinale yakini paling sesuai dengan cetak biru jangka panjang proyek San Siro. Pochettino adalah cadangan mewah, bukan tujuan utama.
Situasi Pochettino sendiri kini berputar ke arah yang lebih tidak pasti. Federasi Sepak Bola Amerika Serikat mengulurkan tawaran perpanjangan kontrak — tawaran yang sulit diabaikan mengingat Piala Dunia 2026 berlangsung di kandang sendiri. Pochettino kini berdiri di persimpangan antara proyek yang belum selesai di AS dan godaan kursi San Siro yang sudah menanti.
Bursa Pelatih Milan Memanas: Xavi, Iraola, dan Slot Gugur dari Daftar
Bursa pelatih Milan memanas juga karena daftar kandidat yang terus menyusut dari minggu ke minggu. Iraola menutup pintu paling awal — ia memilih loyalitas pada proyek yang sudah ia bangun di Inggris daripada godaan nama besar Milan. Xavi menyusul dengan keputusan yang sama, memilih menunggu momentum yang lebih sesuai.
Arne Slot sempat membuat banyak pihak bersemangat ketika namanya muncul setelah perpisahannya dengan Liverpool. Filosofi pressing-nya yang tajam dan rekam jejak di Premier League menjadi poin daya tarik. Tapi manajemen Milan tidak bergerak agresif ke arah Slot — ia lebih sebagai nama yang ada dalam radar, bukan dalam kejaran aktif.
Jaissle adalah kasus yang paling menarik sekaligus paling rumit. Rangnick sendiri yang mendorong namanya ke telinga Cardinale dan Ibrahimovic. Namun membebaskan Jaissle dari kontraknya dengan Al-Ahli bukan perkara sederhana — negosiasi dengan klub Arab Saudi memerlukan waktu dan diplomasi yang Milan tidak punya dalam situasi mendesak ini.
Dampak Kegagalan Liga Champions bagi Bursa Pelatih Milan yang Memanas
Keseluruhan drama bursa pelatih Milan memanas ini tidak bisa dipisahkan dari musim yang menyakitkan bagi Rossoneri. Milan nyaris meraih empat besar sepanjang musim — namun tergelincir di momen paling krusial dan akhirnya finis kelima. Konsekuensinya bukan hanya kehilangan tiket Liga Champions, tapi juga kehilangan pendapatan yang bisa mencapai puluhan juta euro.
Dalam kondisi finansial yang lebih ketat itulah Cardinale harus membuat keputusan pelatih paling penting dalam beberapa tahun terakhir. Ia tidak bisa salah. Pelatih yang datang harus langsung memberikan dampak di musim pertama — mengembalikan Milan ke empat besar sambil membangun fondasi yang tahan lama. Glasner dengan rekam jejak dan koneksinya dengan Rangnick menawarkan paket yang paling mendekati kebutuhan itu.
Jam terus berdetak menuju 16 Juni. Setiap hari yang berlalu tanpa pengumuman resmi adalah hari yang Rossoneri butuhkan untuk mempersiapkan pramusim dan bursa transfer. Milan tidak punya ruang untuk menunggu terlalu lama.
Kesimpulan
Bursa pelatih Milan memanas dan Glasner berdiri paling dekat dengan kursi San Siro. Enam jam bersama Cardinale dan Ibrahimovic di Jerman, koneksi kuat dengan Rangnick, dan trofi Conference League yang baru saja ia raih menjadi tiga alasan terkuat mengapa pelatih Austria itu sulit tergeser. Pochettino dengan kesepakatan finansial yang sudah ada tetap menjadi rencana cadangan yang sangat serius — namun semua bergantung pada satu pertemuan lanjutan yang akan menentukan nasib San Siro musim depan.
Pantau terus Incaberita untuk mendapatkan perkembangan terbaru seputar bursa pelatih AC Milan dan dinamika Serie A musim panas 2026.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Liga Italia
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Belanda vs Aljazair 0-1: Pertandingan 04 Juni 2026 Hadj Moussa Cetak Gol Perdana di Kandang Sendiri, Luca Zidane Buat De Oranje Frustrasi
