Juli 26, 2026

INCABERITA Olahraga

Portal Berita Olahraga Terkini dan Terpercaya

Hasil Argentina vs Swiss 3-1, Albiceleste ke Semifinal

Hasil Argentina vs Swiss 3-1, Albiceleste Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026

Jakarta, olahraga.incaberita.co.idHasil Argentina vs Swiss berakhir dengan kemenangan 3-1 untuk La Albiceleste dalam pertandingan perempat final Piala Dunia 2026. Pertarungan sengit di Kansas City itu harus melewati perpanjangan waktu setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 90 menit.

Argentina membuka keunggulan lebih dahulu melalui Alexis Mac Allister pada menit ke-10. Swiss kemudian membalas lewat Dan Ndoye pada menit ke-67. Setelah pertandingan memasuki extra time, Julián Álvarez memecah kebuntuan pada menit ke-112 sebelum Lautaro Martínez mengunci kemenangan pada menit 120+1.

Kemenangan tersebut membawa Argentina melaju ke semifinal dan mempertemukan mereka dengan Inggris. Sang juara bertahan kini tinggal berjarak dua kemenangan dari peluang mempertahankan gelar dunia.

Namun, kemenangan Argentina tidak datang dengan mudah. Swiss menunjukkan pertahanan yang disiplin, keberanian dalam menyerang, dan kemampuan menjaga pertandingan tetap terbuka hingga menit-menit akhir.

Situasi semakin menarik ketika Swiss harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Breel Embolo menerima kartu merah pada menit ke-72. Meski unggul jumlah pemain, Argentina tetap membutuhkan perpanjangan waktu untuk memastikan kelolosan.

Mac Allister Membuka Keunggulan Argentina

Argentina Singkirkan Swiss 3-1, Tiket Semifinal Berhasil Diamankan

Image Source: Olagraga INCABERITA

Argentina langsung bermain agresif sejak peluit awal. Tim asal Amerika Selatan itu menguasai bola dan mencoba membuka pertahanan Swiss melalui pergerakan antarlini yang cepat.

Lionel Messi beberapa kali turun lebih dalam untuk menarik pemain lawan. Gerakan tersebut menciptakan ruang bagi pemain Argentina lain untuk bergerak menuju kotak penalti.

Hasilnya terlihat pada menit ke-10. Argentina mendapatkan kesempatan dari situasi bola mati, kemudian Alexis Mac Allister menyelesaikan peluang tersebut untuk membawa timnya unggul 1-0.

Gol cepat itu membuat para pendukung Argentina bersorak. La Albiceleste seolah menemukan awal pertandingan yang mereka inginkan. Mereka bisa mengontrol tempo sekaligus memaksa Swiss keluar dari pertahanannya.

Meski demikian, Argentina tidak mampu memanfaatkan momentum untuk mencetak gol kedua. Swiss tetap menjaga organisasi permainan dan tidak terburu-buru dalam membangun serangan.

Tim Eropa itu memahami bahwa terlalu banyak membuka ruang hanya akan menguntungkan Messi, Álvarez, dan para gelandang kreatif Argentina. Oleh karena itu, Swiss memilih bertahan rapat sambil menunggu kesempatan melalui serangan balik.

Swiss Perlahan Memberikan Tekanan

Setelah tertinggal, Swiss tidak langsung mengubah strategi secara ekstrem. Mereka tetap disiplin dan mencoba mengganggu aliran bola Argentina dari area tengah.

Granit Xhaka berperan penting dalam menjaga keseimbangan permainan. Ia membantu Swiss mengatur ritme sekaligus memutus serangan Argentina sebelum mencapai area berbahaya.

Sementara itu, para pemain sayap Swiss mulai berani naik untuk memberikan dukungan. Mereka memanfaatkan ruang yang muncul ketika bek sayap Argentina bergerak terlalu jauh ke depan.

Argentina masih menguasai permainan, tetapi Swiss perlahan menciptakan ancaman. Tim asuhan pelatih Swiss itu beberapa kali mengirimkan umpan silang dan mencoba memenangi duel fisik di kotak penalti.

Bayangkan seorang pendukung Argentina fiktif bernama Mateo yang menonton pertandingan dari tribun. Pada awal laga, ia terlihat santai karena timnya unggul cepat. Namun, memasuki babak kedua, ia mulai berdiri setiap kali Swiss mendekati kotak penalti.

Situasi tersebut menggambarkan perubahan atmosfer pertandingan. Argentina masih memimpin, tetapi Swiss membuat keunggulan satu gol terasa sangat rapuh.

Dan Ndoye Menyamakan Kedudukan

Ketegangan mencapai puncaknya pada menit ke-67. Dan Ndoye berhasil mencetak gol yang mengubah kedudukan menjadi 1-1.

Gol tersebut menjadi hasil dari keberanian Swiss meningkatkan tekanan pada babak kedua. Mereka tidak lagi sekadar menunggu, tetapi mulai mengirim lebih banyak pemain ke area pertahanan Argentina.

Gol penyeimbang membuat pertandingan kembali terbuka. Swiss mendapatkan energi baru, sedangkan Argentina harus meningkatkan intensitas serangannya.

Di sisi lain, Argentina mulai menunjukkan tanda-tanda frustrasi. Mereka memiliki penguasaan bola dan beberapa pemain berkelas dunia, tetapi pertahanan Swiss tetap sulit ditembus.

Messi mencoba menciptakan peluang melalui umpan pendek dan pergerakan di sekitar kotak penalti. Namun, Swiss menutup ruang dengan cepat dan tidak memberikan kesempatan tembakan yang nyaman.

Gol Ndoye juga membuktikan bahwa pertandingan fase gugur tidak selalu mengikuti prediksi. Argentina berstatus favorit, tetapi Swiss mampu menampilkan permainan yang kompetitif dan berani.

Kartu Merah Embolo Mengubah Arah Pertandingan

Lima menit setelah gol penyeimbang, Swiss menghadapi masalah besar. Breel Embolo harus meninggalkan lapangan setelah menerima kartu kuning kedua.

Keputusan tersebut muncul setelah intervensi VAR yang menjadi salah satu momen paling banyak dibicarakan dalam pertandingan. Embolo akhirnya mendapat kartu merah pada menit ke-72, sehingga Swiss harus bermain dengan sepuluh orang.

Secara teori, Argentina mendapatkan keuntungan besar. Mereka memiliki lebih banyak pemain dan masih memiliki cukup waktu untuk mencari gol kemenangan sebelum 90 menit berakhir.

Namun, Swiss justru memperketat pertahanannya. Para pemain mereka turun lebih dalam dan membentuk blok yang rapat di depan kotak penalti.

Argentina terus mengalirkan bola dari satu sisi ke sisi lain. Akan tetapi, mereka kesulitan menemukan celah karena Swiss menempatkan hampir seluruh pemainnya di belakang bola.

Keunggulan jumlah pemain tidak otomatis membuat pertandingan menjadi mudah. Argentina masih harus menghadapi penjaga gawang dan lini pertahanan Swiss yang tampil penuh konsentrasi.

Skor 1-1 akhirnya bertahan sampai waktu normal selesai. Pertandingan pun berlanjut ke babak tambahan.

Argentina Meningkatkan Tekanan pada Extra Time

Memasuki perpanjangan waktu, Argentina tidak memiliki pilihan selain terus menyerang. Mereka ingin menghindari adu penalti yang selalu membawa risiko besar.

Swiss mulai terlihat kelelahan karena harus menutup ruang dengan sepuluh pemain. Setiap pergerakan Argentina memaksa mereka berlari lebih jauh dan mempertahankan area yang lebih luas.

Pelatih Argentina juga memanfaatkan kedalaman skuadnya. Pemain dengan tenaga segar masuk untuk meningkatkan kecepatan serta memberikan variasi serangan.

Meski begitu, babak pertama extra time belum menghasilkan gol. Swiss tetap bertahan dengan keberanian luar biasa dan menjaga skor tetap imbang.

Kondisi itu sempat menimbulkan kekhawatiran di kubu Argentina. Waktu terus berjalan, sedangkan peluang menuju adu penalti semakin besar.

Argentina membutuhkan sebuah momen individual untuk mengubah jalannya pertandingan. Momen tersebut akhirnya datang dari Julián Álvarez.

Gol Spektakuler Julián Álvarez Menjadi Pembeda

Pada menit ke-112, Julián Álvarez mencetak gol yang membawa Argentina kembali unggul 2-1.

Penyerang berjuluk La Araña itu melepaskan penyelesaian spektakuler dari luar kotak penalti. Bola melaju menuju gawang tanpa mampu dihentikan penjaga gawang Swiss.

Gol tersebut menjadi pelepas tekanan bagi Argentina. Para pemain langsung merayakannya dengan penuh emosi karena mereka akhirnya mampu meruntuhkan pertahanan Swiss.

Álvarez memang tidak selalu mendapat ruang luas sepanjang pertandingan. Namun, ia tetap bergerak aktif dan mencari posisi yang dapat membahayakan pertahanan lawan.

Ketika kesempatan datang, ia menunjukkan kualitas yang dibutuhkan dalam pertandingan besar. Satu penyelesaian tajam mengubah arah pertandingan sekaligus mendekatkan Argentina ke semifinal.

Gol Álvarez juga menjadi bukti bahwa tim besar membutuhkan pemain yang mampu membuat perbedaan dalam situasi sulit. Strategi tetap penting, tetapi keberanian mengambil keputusan sering menentukan hasil laga fase gugur.

Lautaro Martínez Mengunci Kemenangan

Setelah tertinggal 1-2, Swiss mencoba keluar menyerang. Mereka tidak lagi memiliki alasan untuk bertahan karena waktu pertandingan hampir habis.

Keputusan itu meninggalkan ruang di lini belakang. Argentina kemudian memanfaatkannya melalui serangan cepat.

Pada menit 120+1, Lautaro Martínez mencetak gol ketiga Argentina. Gol tersebut memastikan kemenangan La Albiceleste dengan skor akhir 3-1.

Lautaro menunjukkan ketenangan dalam menyelesaikan peluang. Ketika para pemain Swiss berusaha mencari gol penyeimbang, ia muncul untuk memberikan pukulan terakhir.

Gol itu menutup perjalanan Swiss di Piala Dunia 2026. Meskipun kalah, mereka mampu memaksa juara bertahan bermain hingga perpanjangan waktu.

Swiss bahkan sempat membuat Argentina berada dalam situasi tidak nyaman. Keberhasilan menyamakan kedudukan dan mempertahankan skor dengan sepuluh pemain menunjukkan karakter kuat tim tersebut.

Sementara itu, Argentina merayakan kelolosan dengan penuh kelegaan. Mereka tidak memainkan pertandingan sempurna, tetapi sekali lagi mampu menemukan jalan menuju kemenangan.

Lionel Messi Tetap Berperan Penting

Lionel Messi tidak mencetak gol dalam pertandingan ini. Namun, pengaruhnya terhadap permainan Argentina tetap terlihat jelas.

Messi membantu Argentina membangun serangan dari area tengah. Ia menarik perhatian beberapa pemain Swiss sekaligus membuka ruang bagi rekan-rekannya.

Situasi bola mati yang menghasilkan gol Mac Allister juga memperlihatkan pentingnya kualitas distribusi Messi. Meski namanya tidak muncul sebagai pencetak gol, ia tetap terlibat dalam proses serangan.

Swiss menjaga Messi dengan sangat ketat. Setiap kali kapten Argentina menerima bola, satu atau dua pemain langsung mendekat untuk membatasi ruang geraknya.

Pendekatan itu cukup efektif dalam mencegah Messi mencetak gol. Namun, perhatian besar terhadapnya juga memberikan kesempatan kepada Mac Allister, Álvarez, dan Lautaro untuk menjadi penentu.

Argentina kembali menunjukkan bahwa mereka tidak hanya bergantung pada satu pemain. Messi tetap menjadi pusat kreativitas, tetapi pemain lain siap mengambil tanggung jawab ketika dibutuhkan.

Pertahanan Swiss Layak Mendapat Apresiasi

Meskipun Hasil Argentina vs Swiss menunjukkan skor 3-1, pertandingan sebenarnya berlangsung lebih ketat daripada yang terlihat.

Swiss bertahan dengan organisasi yang kuat dan mampu menjaga Argentina tetap kesulitan selama sebagian besar pertandingan. Bahkan setelah kehilangan Embolo, mereka masih berhasil membawa laga menuju extra time.

Para bek Swiss bekerja keras menutup ruang di depan kotak penalti. Mereka juga tidak ragu melakukan duel untuk menghentikan pergerakan pemain Argentina.

Penjaga gawang Swiss turut memberikan rasa aman kepada lini belakang. Beberapa peluang Argentina mampu digagalkan sebelum Álvarez akhirnya mencetak gol pada menit ke-112.

Kekalahan ini tentu mengecewakan, tetapi perjalanan Swiss tetap patut diapresiasi. Mereka mencapai perempat final setelah melewati pertandingan sulit dan menunjukkan bahwa mereka dapat bersaing dengan tim unggulan.

Bagi generasi pemain Swiss saat ini, pengalaman menghadapi Argentina dapat menjadi modal penting untuk turnamen berikutnya.

Argentina Akan Menghadapi Inggris

Kemenangan 3-1 membawa Argentina menuju semifinal Piala Dunia 2026. Selanjutnya, La Albiceleste akan menghadapi Inggris yang sebelumnya mengalahkan Norwegia dengan skor 2-1.

Pertemuan Argentina dan Inggris menjanjikan laga besar. Kedua negara memiliki sejarah panjang, pemain berkualitas, serta dukungan suporter yang sangat besar.

Argentina membawa pengalaman sebagai juara bertahan. Mereka juga memiliki pemain depan yang mampu menentukan pertandingan melalui satu momen.

Sementara itu, Inggris datang dengan skuad yang memiliki kekuatan fisik, kecepatan, dan kedalaman pemain. Pertarungan di lini tengah kemungkinan menjadi salah satu faktor utama.

Argentina harus memperbaiki efektivitas serangan sebelum memasuki semifinal. Mereka tidak boleh terlalu sering membuang peluang seperti saat menghadapi Swiss.

Di sisi lain, kemampuan bertahan dalam tekanan dapat menjadi modal berharga. Argentina sudah melewati beberapa pertandingan sulit dan tetap mampu menjaga peluang mempertahankan gelar.

Kemenangan yang Menunjukkan Mental Juara

Hasil Argentina vs Swiss bukan hanya tentang kemenangan dengan skor 3-1. Pertandingan tersebut menunjukkan mental Argentina dalam menghadapi tekanan.

Mereka unggul lebih dahulu, kebobolan pada babak kedua, dan gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain selama waktu normal. Namun, Argentina tidak kehilangan fokus.

Álvarez muncul sebagai pembeda pada momen penting. Lautaro kemudian menyelesaikan pekerjaan melalui gol pada penghujung pertandingan.

Swiss telah memberikan ujian berat, tetapi pengalaman dan kedalaman skuad Argentina akhirnya menentukan hasil.

Kemenangan ini membuat impian Argentina mempertahankan gelar Piala Dunia tetap hidup. Jalan menuju trofi masih panjang karena Inggris telah menunggu di semifinal.

Namun, setelah melewati pertandingan dramatis di Kansas City, Argentina kembali membuktikan bahwa mereka memiliki lebih dari sekadar pemain berbakat. Mereka juga memiliki kesabaran, keberanian, dan mental kuat untuk bertahan dalam pertandingan yang penuh tekanan.

Temukan Informasi Lengkapnya Tentang: Piala Dunia 2026

Baca Juga Artikel Berikut: Skor Argentina vs Mesir Hari Ini: Menang 3-2 Lewat Comeback Spektakuler

Author