Maret 16, 2026

INCABERITA Olahraga

Portal Berita Olahraga Terkini dan Terpercaya

AC Milan vs Inter 1-0: Estupinan Bawa Milan Menang Derby

AC Milan vs Inter 1-0: Inter Dominasi Bola 63 Persen, tapi Milan yang Pulang Bawa Tiga Poin

JAKARTA, olahraga.incaberita.co.id – AC Milan vs Inter berakhir 1-0 dalam Derby della Madonnina di Stadion San Siro, Senin (9/3/2026) dini hari WIB. Satu-satunya gol dicetak Pervis Estupinan pada menit ke-35 melalui skema serangan kilat bersama Youssouf Fofana.

Kemenangan ini sekaligus menjadi yang kedua kalinya berturut-turut I Rossoneri menundukkan rival sekota mereka dengan skor identik 1-0 musim ini. Patut dicatat, terakhir kali Milan menang dua derby dalam satu musim adalah di era 2010/11, juga di bawah asuhan Massimiliano Allegri, dan musim itu diakhiri dengan merebut Scudetto.

Berkat tiga poin ini, pasukan Allegri kini mengemas 60 poin dan memangkas jarak dengan Inter yang masih memimpin klasemen menjadi hanya 7 poin. Dengan 10 laga tersisa, persaingan Scudetto musim ini pun kembali membara.

Tekanan Besar Sebelum AC Milan vs Inter Dimulai

AC Milan vs Inter 1-0: Estupinan Bawa Milan Menang Derby

Sumber gambar : sport.detik.com

Jarang ada derby yang menanggung beban seberat AC Milan vs Inter malam itu. Bagi Inter, kemenangan berarti keunggulan 13 poin, jarak yang oleh banyak pengamat disebut hampir mustahil dikejar. Scudetto nyaris sudah di tangan Cristian Chivu. I Nerazzurri datang dengan kepercayaan diri di puncak, membawa catatan 8 kemenangan beruntun di Serie A dan tidak terkalahkan dalam 15 laga liga sejak derby pertama pada November lalu.

Sementara itu, AC Milan datang dengan tekanan yang berbeda. Mereka bukan tim yang sedang di atas angin, melainkan tim yang bermain dengan punggung ke tembok. Setiap poin yang terbuang akan semakin menjauhkan mereka dari Inter. Allegri pun merespons dengan rancangan taktik yang sangat spesifik, memilih bermain dalam blok rendah yang rapat dan mengandalkan serangan balik cepat lewat kecepatan Rafael Leao dan Christian Pulisic.

Kabar baik bagi tuan rumah datang dari bangku cadangan Inter. Kapten Lautaro Martinez dipastikan absen akibat cedera betis, menghilangkan ancaman terbesar lini serang Nerazzurri. Chivu pun mengandalkan Henrikh Mkhitaryan dan Federico Dimarco sebagai motor serangan, sementara Allegri memasang Luka Modric sebagai jantung permainan yang mengatur tempo dari lini tengah.

AC Milan vs Inter: Satu Babak Sunyi, Satu Babak Penentu

San Siro berdebar sejak peluit pertama ditiupkan. Namun laga tidak segera meledak. Babak pertama berjalan dalam ketegangan yang tertahan, seperti dua petinju yang saling mengukur kekuatan sebelum melepaskan pukulan pertama. Milan lebih banyak bertahan dalam blok yang rapat, sementara Inter terus mencoba menemukan celah namun selalu menemui tembok.

Modric langsung memperlihatkan kelasnya sejak awal dengan umpan-umpan terobosan yang memaksa Yann Sommer melakukan penyelamatan dini. Dimarco dari sisi kiri Inter mencoba membalas, namun tembakannya melambung jauh. Mkhitaryan pun beberapa kali mencoba merobek pertahanan Milan, namun selalu bisa diantisipasi. Babak pertama nyaris tutup tanpa gol, sampai menit ke-35 mengubah segalanya.

Berawal dari umpan terarah Fofana yang membelah pertahanan Inter, Estupinan muncul di posisi tepat dan melepaskan tembakan keras yang merobek jala Sommer. Curva Sud meledak. Gol perdana Estupinan bersama Milan itu terasa seperti sebuah deklarasi. Skor 1-0 pun bertahan hingga turun minum.

Gol Tunggal yang Membungkam 63 Persen Penguasaan Bola

Babak kedua AC Milan vs Inter menjadi milik Inter dari sisi statistik, namun bukan dari sisi hasil. Chivu mendorong seluruh sumber dayanya ke depan. Piotr Zielinski mencoba peruntungan di menit ke-48 dan berhasil dimentahkan Maignan. Tak lama kemudian, Fofana membalas dari luar kotak penalti namun berhasil ditangkap Sommer. Sundulan Ange-Yoan Bonny di menit ke-63 nyaris membuahkan hasil, namun melambung di atas gawang.

Momen paling dramatis datang ketika Dimarco berdiri bebas di dalam kotak penalti dengan gawang terbuka. Seluruh penonton San Siro menahan napas. Namun bek sayap Inter itu secara mengejutkan menendang bola jauh di atas mistar. Kamera langsung menyorot Lautaro Martinez di bangku cadangan dengan kepala tertunduk, menyadari betapa mahalnya peluang yang baru saja terbuang.

Inter bahkan sempat memasukkan bola di injury time lewat skema sudut yang dimainkan terlalu cepat, namun wasit menganulirnya karena belum memberikan aba-aba. Maignan pun berdiri kokoh hingga peluit panjang dibunyikan, mengunci kemenangan bersejarah I Rossoneri yang akan dikenang lama oleh pendukung Milan.

Siapa yang Paling Berjasa di San Siro Malam Itu

Pertanyaan siapa pahlawan derby malam itu tidak memiliki satu jawaban tunggal. Estupinan mencetak gol penentu kemenangan I Rossoneri dan layak mendapat sorotan, namun sesungguhnya ada dua nama yang jauh lebih menentukan jalannya laga secara keseluruhan.

Berikut pencetak gol dan pemain kunci AC Milan vs Inter malam ini:

  • Pertama, Pervis Estupinan mencetak satu-satunya gol laga pada menit ke-35 setelah menerima umpan matang dari Youssouf Fofana. Gol perdana Estupinan bersama Milan sekaligus menjadi gol penentu kemenangan Derby della Madonnina.
  • Kedua, Luka Modric tampil sebagai maestro di lini tengah. Gelandang veteran asal Kroasia itu terlibat dalam hampir setiap momen berbahaya I Rossoneri, mulai dari distribusi bola, penetrasi ruang sempit, hingga memutus alur serangan Inter.
  • Terakhir, Mike Maignan berdiri kokoh di bawah mistar sepanjang laga. Kiper asal Prancis itu melakukan sejumlah penyelamatan krusial di babak kedua saat Inter menggempur tanpa henti dengan 10 tembakan dan 63 persen penguasaan bola.

Alhasil, lini belakang Milan yang hanya kebobolan 20 gol musim ini pun kembali mencatatkan rekor sebagai pertahanan terbaik Liga Italia musim ini.

Apa Artinya Hasil AC Milan vs Inter bagi Scudetto

Kemenangan AC Milan vs Inter malam ini bukan sekadar tiga poin biasa. Laga ini mengubah narasi musim secara keseluruhan. Jika Inter menang, mereka akan unggul 13 poin dan Scudetto nyaris sudah dipastikan. Namun karena Milan menang, jarak menjadi hanya 7 poin dengan 10 laga tersisa, dan seluruh pertanyaan tentang gelar juara kembali terbuka lebar.

Berikut posisi teratas klasemen Serie A setelah pekan ke-28:

  • Pertama, Inter Milan memimpin dengan 67 poin dari 28 laga.
  • Kedua, AC Milan menguntit dengan 60 poin, terpaut 7 angka.
  • Ketiga, SSC Napoli berada di posisi tiga dengan 56 poin.
  • Keempat, Como dan AS Roma sama-sama mengoleksi 51 poin.
  • Terakhir, Juventus berada di posisi enam dengan 50 poin.

Allegri merendah usai laga, menyebut Inter masih tim terkuat dan favorit utama Scudetto. Namun sorotan kini tertuju pada Lazio vs AC Milan di pekan ke-29, laga yang bisa kembali menjadi ujian besar bagi I Rossoneri dalam perjalanan mengejar gelar.

Kesimpulan

Derby della Madonnina pekan ke-28 kembali menjadi milik AC Milan. Gol tunggal Estupinan di menit ke-35 memastikan kemenangan 1-0 dalam laga AC Milan vs Inter yang mengubah wajah persaingan Scudetto musim ini. Milan kini terpaut 7 poin dari Inter dengan 10 laga tersisa, menjadikan musim 2025/26 sebagai yang paling menegangkan dalam beberapa tahun terakhir di Liga Italia.

Pantau terus perkembangan terkini perebutan Scudetto dan semua berita Liga Italia hanya di Incaberita.

Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Liga Italia

Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Juventus vs Pisa 4-0: Si Nyonya Tua Bangkit di Turin

Author