Degradasi Persis Solo Makin Dekat, Laskar Sambernyawa Hadapi Misi Berat
olahraga.incaberita.co.id — Degradasi Persis Solo kini menjadi ancaman nyata menjelang akhir BRI Super League 2025/2026. Laskar Sambernyawa berada dalam situasi sulit setelah gagal keluar dari zona merah hingga pekan ke-32.
Persis saat ini menempati peringkat ke-16 klasemen sementara. Posisi tersebut membuat mereka berada di batas berbahaya karena hanya menyisakan sedikit pertandingan untuk memperbaiki nasib.
Dari 32 pertandingan yang sudah dijalani, Persis baru mengumpulkan 28 poin. Catatan itu berasal dari enam kemenangan, sepuluh hasil imbang, dan 16 kekalahan sepanjang musim.
Angka tersebut belum cukup untuk membawa Persis ke posisi aman. Dengan tekanan yang semakin besar, setiap laga tersisa akan terasa seperti partai penentu hidup dan mati bagi klub asal Solo tersebut.
Jarak Persis Solo dengan Madura United Jadi Masalah Besar
Persis Solo saat ini tertinggal empat poin dari Madura United. Laskar Sapeh Kerrab berada di peringkat ke-15, posisi yang untuk sementara menjadi batas aman dari ancaman degradasi.
Selisih empat angka terlihat tidak terlalu besar jika kompetisi masih panjang. Namun, situasinya menjadi rumit karena Persis hanya memiliki dua pertandingan tersisa untuk memangkas jarak tersebut.
Kondisi ini membuat Laskar Sambernyawa tidak lagi bisa bergantung sepenuhnya pada hasil sendiri. Mereka juga harus berharap Madura United kehilangan poin pada laga-laga terakhir musim ini.
Tekanan psikologis pun semakin berat. Persis wajib meraih hasil maksimal, sementara pada saat yang sama mereka harus memantau pergerakan rival terdekat yang berada tepat di atas zona merah.
Laga Melawan Dewa United Bisa Menentukan Nasib
Persis Solo akan menghadapi Dewa United pada pekan ke-33 BRI Super League. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (16/5/2026) pukul 19.00 WIB.
Duel ini menjadi salah satu pertandingan paling penting bagi Laskar Sambernyawa musim ini. Kekalahan dapat membuat peluang mereka untuk bertahan semakin tipis, bahkan bisa langsung menutup harapan.
Bermain di kandang sendiri seharusnya menjadi modal tambahan bagi Persis. Dukungan publik Manahan dapat memberi energi, tetapi tekanan besar juga bisa menjadi beban jika tidak dikelola dengan baik.
Dewa United tentu bukan lawan yang mudah. Persis harus tampil lebih rapi, lebih berani, dan lebih tajam jika ingin menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Skenario Persis Turun Kasta di Pekan Ke-33
Persis Solo berpotensi dipastikan turun kasta pada pekan ke-33. Skenario tersebut bisa terjadi jika mereka kalah dari Dewa United di Stadion Manahan.
Pada saat yang hampir bersamaan, Madura United juga akan memainkan laga penting. Mereka dijadwalkan bertandang ke markas PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (17/5/2026).

Sumber Gambar : JPNN.com
Jika Persis kalah dan Madura United menang, selisih poin tidak lagi bisa dikejar. Dengan kondisi tersebut, Laskar Sambernyawa akan resmi terdegradasi meski kompetisi masih menyisakan satu laga.
Skenario itu menjadi alarm keras bagi Zanadin Fariz dan kawan-kawan. Persis tidak hanya harus menghindari kekalahan, tetapi juga perlu menjaga peluang dengan hasil terbaik di kandang sendiri.
Persis Bisa Menyusul PSBS Biak dan Semen Padang
Apabila gagal selamat, Persis Solo akan menyusul dua klub yang lebih dulu mendapatkan tiket degradasi. PSBS Biak sudah berada di dasar klasemen dan dipastikan turun kasta.
Semen Padang juga telah lebih dulu dipastikan terdegradasi ke Championship musim depan. Kabau Sirah berada di peringkat ke-17 dan tidak lagi mampu keluar dari zona merah.
Persis tentu tidak ingin menjadi tim berikutnya yang harus meninggalkan BRI Super League. Status sebagai klub dengan basis pendukung besar membuat ancaman degradasi terasa semakin menyakitkan.
Turun kasta bukan hanya soal posisi klasemen. Dampaknya bisa menyentuh banyak aspek, mulai dari mental pemain, kepercayaan suporter, stabilitas klub, hingga rencana pembangunan tim musim berikutnya.
Milomir Seslija Masih Menolak Menyerah
Di tengah situasi sulit, pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, masih berusaha menjaga optimisme. Pelatih asal Bosnia dan Herzegovina itu belum ingin mengibarkan bendera putih.
Milo menegaskan bahwa Persis masih memiliki kesempatan selama kompetisi belum benar-benar selesai. Sikap itu penting untuk menjaga semangat pemain agar tidak runtuh sebelum pertandingan penentuan.
Keyakinan sang pelatih menjadi pesan bahwa Persis harus terus bertarung. Dalam sepak bola, peluang kecil tetap bisa berubah menjadi cerita besar jika tim mampu memaksimalkan setiap kesempatan.
Namun, optimisme saja tidak cukup. Persis harus membuktikannya lewat performa di lapangan, terutama saat menghadapi Dewa United dalam laga kandang yang sangat menentukan.
Tren Negatif Jadi Tantangan Persis Solo
Misi Persis Solo untuk bertahan semakin berat karena mereka sedang berada dalam tren kurang meyakinkan. Dalam tiga pertandingan terakhir, Laskar Sambernyawa belum mampu meraih kemenangan.
Dari periode tersebut, Persis menelan dua kekalahan dan satu hasil imbang. Catatan ini menunjukkan bahwa performa mereka belum stabil pada saat kebutuhan poin sedang sangat mendesak.
Masalah konsistensi harus segera dibenahi. Persis perlu tampil lebih solid, terutama dalam menjaga pertahanan dan memaksimalkan peluang yang datang di depan gawang lawan.
Dua laga tersisa akan menjadi ujian terakhir bagi Laskar Sambernyawa. Degradasi Persis Solo bisa menjadi kenyataan pahit, tetapi peluang bertahan masih ada selama mereka mampu bertarung dengan kepala dingin dan hati menyala.
Baca juga konten dengan artikel liga favoritmu hanya di Liga Indonesia
Simak berita mendalam lainnya mengenai Seri Tottenham vs Leeds, Spurs Gagal Menang dan Makin Tertekan di Liga Inggris
