Peran Baru Samuel Chukwueze di AC Milan Bisa Mengubah Masa Depannya
JAKARTA, olahraga.incaberita.co.id – Peran Baru Samuel Chukwueze menjadi salah satu eksperimen paling menarik dalam persiapan AC Milan menghadapi musim 2026/2027. Setelah sebelumnya dikenal sebagai winger kanan, pemain asal Nigeria tersebut kini mulai mendapatkan tugas berbeda dalam sistem yang dirancang Rúben Amorim.
Pelatih asal Portugal itu sedang membangun Milan dengan formasi dasar 3-4-2-1. Dalam struktur tersebut, Chukwueze dapat dimainkan sebagai salah satu dari dua gelandang serang di belakang penyerang utama atau ditempatkan lebih lebar sebagai wing-back kanan.
Amorim Memberikan Kesempatan Baru kepada Chukwueze

Sumber gambar : acmilan.com
Masa depan Chukwueze sempat diragukan setelah ia kembali dari masa peminjaman di Fulham. Namun, Amorim memberikan sinyal yang sangat jelas bahwa pemain tersebut masih dibutuhkan oleh AC Milan.
Dalam konferensi perkenalannya, Amorim menegaskan bahwa Chukwueze akan bertahan karena Milan membutuhkan pemain yang mampu melewati lawan dalam situasi satu lawan satu. Pernyataan itu sekaligus membuka peluang bagi sang winger untuk membangun kembali kariernya di San Siro.
Peran Baru Samuel Chukwueze sebagai Wing-Back Kanan
Perubahan paling menarik adalah kemungkinan penggunaan Chukwueze sebagai wing-back kanan. Posisi ini membuatnya bertanggung jawab menjaga lebar serangan sekaligus membantu lini belakang ketika Milan kehilangan bola.
Eksperimen tersebut sudah terlihat dalam pertandingan pramusim melawan Celtic. Chukwueze masuk pada babak kedua menggantikan Athekame, yang sejak awal ditempatkan sebagai pemain sisi kanan dalam formasi 3-4-2-1.
Bukan Bek Kanan Tradisional
Chukwueze tidak diproyeksikan menjadi bek kanan defensif seperti dalam formasi empat bek. Ia lebih mungkin berfungsi sebagai pemain sayap ofensif yang memulai pergerakan dari posisi lebih dalam.
Ketika Milan menyerang, Chukwueze dapat bergerak tinggi seperti winger. Namun, saat lawan menguasai bola, ia harus turun untuk membantu bek tengah kanan dan menutup ruang di sisi lapangan.
Kemampuan Satu Lawan Satu Menjadi Alasan Utama
Amorim menyukai pemain sayap yang berani menghadapi lawan secara langsung. Kemampuan tersebut sangat penting untuk membuka pertahanan yang rapat dan menciptakan keunggulan jumlah pemain di area serangan.
Chukwueze mempunyai kecepatan, perubahan arah, dan kontrol bola yang dapat membuatnya berbahaya. Karena itulah, Amorim melihatnya sebagai pemain yang dapat memberikan unsur tidak terduga dalam permainan Milan.
Opsi Lain sebagai Gelandang Serang Kanan
Selain wing-back, Chukwueze juga dapat ditempatkan sebagai salah satu dari dua pemain di belakang penyerang. Posisi tersebut membuatnya bermain lebih dekat dengan kotak penalti dan tidak terlalu banyak menerima tanggung jawab bertahan.
Dalam peran ini, ia dapat bergerak dari sisi kanan menuju ruang tengah, menerima bola di antara lini lawan, lalu menciptakan peluang melalui dribel atau umpan terobosan. Gazzetta dello Sport menilai posisi tersebut sebagai salah satu fungsi yang paling sesuai dengan karakter alaminya.
Sistem 3-4-2-1 Bisa Membantu Chukwueze
Formasi 3-4-2-1 memberikan beberapa kemungkinan bagi pemain dengan karakter seperti Chukwueze. Ia dapat bermain lebar sebagai wing-back atau masuk ke area setengah ruang sebagai gelandang serang.
Fleksibilitas itu dapat menguntungkan Milan karena Amorim tidak harus mencari pemain baru untuk setiap posisi. Jika Chukwueze mampu menguasai dua peran tersebut, ia bisa menjadi salah satu opsi penting dalam rotasi skuad.
Tuntutan Baru dalam Bertahan
Tantangan terbesar bagi Chukwueze adalah meningkatkan kontribusi defensif. Sebagai winger, ia biasanya lebih fokus menyerang dan mencari ruang di belakang pertahanan lawan.
Sebagai wing-back, tugasnya menjadi lebih kompleks. Ia harus memahami kapan menekan, kapan turun, serta bagaimana menjaga posisi agar tidak meninggalkan ruang terlalu besar di sisi kanan.
Beberapa tanggung jawab barunya meliputi:
- Menutup pergerakan pemain sayap lawan.
- Membantu bek tengah kanan.
- Melakukan tekanan setelah kehilangan bola.
- Menjaga lebar serangan Milan.
- Bergerak cepat dalam transisi menyerang dan bertahan.
Kecepatan Menjadi Modal Besar
Kecepatan merupakan salah satu kualitas utama Chukwueze. Dalam posisi wing-back, atribut tersebut dapat digunakan untuk melakukan sprint berulang di sepanjang sisi kanan lapangan.
Ia dapat membantu serangan dengan melakukan overlap, membawa bola dari area sendiri, atau menyerang ruang di belakang bek lawan. Namun, ia juga harus memiliki stamina yang cukup untuk kembali ke area pertahanan setelah serangan berakhir.
Perubahan Posisi Bisa Menghidupkan Kembali Kariernya
Chukwueze belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi sejak bergabung dengan AC Milan dari Villarreal pada 2023. Persaingan di sisi kanan dan perubahan sistem membuatnya kesulitan mendapatkan peran yang konsisten.
Peran baru dapat menjadi jalan keluar dari situasi tersebut. Dengan tanggung jawab berbeda, Chukwueze berpeluang menemukan ruang bermain yang lebih sesuai dan membuktikan bahwa ia masih mempunyai masa depan bersama Rossoneri.
Pengalamannya di Fulham Bisa Membantu
Chukwueze kembali ke Milan setelah menjalani masa peminjaman bersama Fulham. Selama berada di Premier League, ia mendapat pengalaman menghadapi pertandingan dengan intensitas tinggi dan tuntutan fisik besar.
Ia mencatatkan tiga gol dan empat assist dalam 23 penampilan liga bersama Fulham. Pengalaman tersebut dapat membantunya beradaptasi dengan tuntutan wing-back yang membutuhkan tenaga, kecepatan, dan kemampuan menghadapi duel.
Persaingan dengan Alexis Saelemaekers
Posisi sisi kanan Milan juga dapat diisi oleh Alexis Saelemaekers. Pemain Belgia tersebut mempunyai pengalaman lebih besar dalam menjalankan tugas menyerang dan bertahan secara seimbang.
Chukwueze menawarkan karakter berbeda. Ia lebih eksplosif dan lebih kuat dalam duel satu lawan satu, sedangkan Saelemaekers dinilai lebih stabil dalam menjaga keseimbangan permainan. Persaingan keduanya dapat menjadi salah satu hal menarik sepanjang pramusim.
Amorim Pernah Melakukan Eksperimen Serupa
Penggunaan winger sebagai wing-back bukan konsep asing bagi Amorim. Dalam sistemnya, pemain yang mempunyai kecepatan dan keberanian menggiring bola dapat diberikan tanggung jawab menguasai seluruh sisi lapangan.
Pendekatan tersebut membuat tim lebih menyerang karena posisi wing-back tidak hanya diisi oleh pemain bertahan. Namun, keberhasilannya tetap bergantung pada kemampuan pemain memahami disiplin posisi dan transisi defensif.
Chukwueze Harus Membuktikan Konsistensi
Kemampuan individu Chukwueze tidak pernah benar-benar diragukan. Masalah utamanya selama beberapa musim terakhir adalah konsistensi penampilan dan kontribusi dalam jangka panjang.
Ia harus menunjukkan bahwa dirinya tidak hanya mampu tampil baik dalam satu atau dua laga. Amorim membutuhkan pemain yang dapat menjalankan instruksi secara disiplin dan memberikan pengaruh sepanjang musim.
Pramusim Menjadi Masa Penentuan
Chukwueze masuk dalam daftar pemain AC Milan untuk tur pramusim 2026. Ia akan mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya dalam laga-laga uji coba sebelum kompetisi resmi dimulai.
Periode tersebut akan membantu Amorim menilai apakah Chukwueze cukup disiplin menjadi wing-back, lebih efektif sebagai gelandang serang, atau tetap paling cocok dimainkan sebagai winger.
Dampak terhadap Strategi Transfer Milan
Jika eksperimen Chukwueze berhasil, Milan dapat menghemat anggaran transfer. Klub tidak harus memaksakan perekrutan pemain sisi kanan baru karena sudah memiliki opsi internal.
Dana yang tersedia kemudian dapat dialihkan untuk memperkuat posisi lain. Gazzetta dello Sport juga menilai keberhasilan Chukwueze dalam peran baru berpotensi menyelesaikan salah satu ketidakseimbangan dalam skuad Milan.
Risiko dari Eksperimen Ini
Mengubah winger menjadi wing-back tetap membawa risiko. Chukwueze berpotensi meninggalkan ruang di belakang ketika terlalu fokus menyerang atau terlambat kembali membantu pertahanan.
Risiko lainnya adalah menurunnya efektivitas ofensif jika terlalu banyak energi digunakan untuk bertahan. Amorim harus menemukan keseimbangan agar kemampuan menyerang Chukwueze tidak hilang akibat beban taktik yang terlalu berat.
Apakah Posisi Barunya Sudah Permanen?
Belum ada pengumuman resmi bahwa Chukwueze akan menjadi wing-back kanan permanen. Semua informasi yang tersedia saat ini menunjukkan bahwa posisi tersebut masih berupa percobaan dan opsi taktis.
Karena itu, pemberitaan yang menyebut dirinya sudah resmi berubah menjadi bek kanan harus dihindari. Formulasi paling akurat adalah bahwa Amorim sedang menguji Chukwueze dalam peran yang lebih luas di sisi kanan.
Kesimpulan Peran Baru Samuel Chukwueze
Peran Baru Samuel Chukwueze memberikan peluang besar bagi sang pemain untuk membangun kembali kariernya bersama AC Milan. Rúben Amorim melihat kecepatan dan kemampuan satu lawan satu Chukwueze sebagai kualitas yang penting dalam skema 3-4-2-1.
Ia dapat digunakan sebagai gelandang serang kanan maupun wing-back ofensif. Namun, posisi tersebut belum bersifat permanen dan masih akan dievaluasi sepanjang pramusim. Keberhasilannya sangat bergantung pada kemampuan beradaptasi, meningkatkan disiplin bertahan, dan menjaga konsistensi.
Baca juga konten dengan artikel liga favoritmu hanya di Liga Italia
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Indonesia vs Cambodia: Garuda Menang Telak 5-1 pada ASEAN Championship 2026
