Persib Vs Sabah FC: Maung Bandung Mengamuk dengan Kemenangan Telak 3-0
JAKARTA, olahraga.incaberita.co.id — Persib Bandung menunjukkan perkembangan positif dalam persiapan tim setelah mencatat kemenangan meyakinkan atas Sabah FC dalam pertandingan kedua Dewata Challenge Series 2026 di Stadion Dipta, Sabtu, 15 Agustus 2026. Pertandingan Persib Vs Sabah FC berakhir dengan skor telak 3-0 setelah Maung Bandung mampu mempertahankan keunggulan sejak babak pertama sekaligus menambah dua gol pada paruh kedua pertandingan.
Mariano Peralta menjadi pemain yang membuka jalan kemenangan Persib melalui eksekusi penalti pada menit ke-27. Gol tersebut memiliki arti khusus bagi sang pemain karena menjadi gol pertamanya bersama Persib, sekaligus memberikan keuntungan bagi Maung Bandung untuk mengembangkan permainan dengan lebih nyaman menghadapi Sabah FC yang sebelumnya berhasil mengalahkan Bali United.
Memasuki babak kedua, Persib tidak mengendurkan tekanan meskipun kondisi fisik para pemain disebut belum sepenuhnya berada pada level terbaik. Luka Menalo kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-76, sebelum Beckham Putra mencetak gol ketiga pada menit ke-89 untuk memastikan duel Persib Vs Sabah FC berakhir tanpa balasan dari wakil Malaysia tersebut.
Kemenangan tiga gol tanpa balas memang memberikan sinyal menjanjikan, tetapi pelatih Persib Bandung Igor Tolic tidak ingin hasil pertandingan menutupi berbagai pekerjaan yang masih harus diselesaikan. Persib sedang menjalani periode latihan fisik intensif sehingga laga ini juga menjadi kesempatan untuk mengukur perkembangan taktik, pressing, transisi, penyelesaian akhir, dan kemampuan pemain menerapkan konsep permainan yang sedang dibangun tim pelatih.
Persib Vs Sabah FC Dibuka Gol Perdana Mariano Peralta
Pertandingan berjalan dengan Persib berusaha memberikan tekanan sejak awal, sementara Sabah FC menghadapi laga dengan modal kepercayaan diri setelah sebelumnya mampu menaklukkan Bali United. Kondisi tersebut membuat pertandingan menjadi ujian menarik bagi Maung Bandung, terutama karena skuad Persib masih berada dalam fase persiapan dan belum tampil dengan seluruh kekuatan terbaiknya.
Kesempatan untuk memecahkan kebuntuan akhirnya datang pada menit ke-27 ketika Persib mendapatkan hadiah penalti. Mariano Peralta mengambil tanggung jawab sebagai eksekutor dan berhasil menjalankan tugasnya dengan baik sehingga skor Persib Vs Sabah FC berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan klub asal Bandung tersebut.
Gol itu bukan sekadar pembuka skor karena menjadi gol perdana Peralta bersama Persib. Bagi pemain depan yang sedang beradaptasi dengan lingkungan dan pola permainan baru, mencetak gol pada masa persiapan dapat memberikan suntikan kepercayaan diri sekaligus membantu membangun koneksi yang lebih kuat dengan rekan-rekan setimnya.
Keunggulan satu gol mampu dipertahankan Persib hingga turun minum. Meski belum menghasilkan pesta gol pada 45 menit pertama, Maung Bandung memperlihatkan kemampuan menjaga momentum pertandingan sekaligus memaksa Sabah FC bekerja keras menghadapi tekanan yang diberikan para pemain Persib.
Luka Menalo dan Beckham Putra Membuat Skor Makin Telak
Persib kembali berusaha menjaga intensitas permainan setelah memasuki babak kedua, tetapi tambahan gol tidak langsung datang. Sabah FC masih berupaya mempertahankan peluang untuk menyamakan kedudukan, sementara Maung Bandung terus mencari ruang yang dapat dimanfaatkan untuk memberikan pukulan kedua.
Penantiannya berakhir pada menit ke-76 setelah Luka Menalo berhasil mencatatkan namanya di papan skor. Gol tersebut membuat kedudukan Persib Vs Sabah FC berubah menjadi 2-0 dan memberikan Persib jarak yang semakin nyaman menjelang fase akhir pertandingan.
Belum selesai sampai di sana, Beckham Putra ikut memberikan kontribusi penting ketika pertandingan mendekati waktu normal berakhir. Pemain Persib tersebut mencetak gol pada menit ke-89 dan memastikan Maung Bandung mengunci kemenangan dengan margin tiga gol tanpa memberikan kesempatan Sabah FC membalas.
Tiga pencetak gol berbeda memberikan catatan positif bagi lini serang Persib karena ancaman tidak hanya bergantung kepada satu pemain. Peralta, Menalo, dan Beckham memperlihatkan bahwa peluang dapat dikonversi oleh beberapa pemain berbeda, sebuah modal yang berharga ketika Persib nantinya menghadapi pertandingan kompetitif dengan tekanan dan karakter lawan yang lebih beragam.
Igor Tolic Soroti Kondisi Fisik Pemain Persib
Di balik kemenangan besar tersebut, Igor Tolic memberikan catatan mengenai kondisi fisik anak asuhnya yang menurutnya belum sepenuhnya segar. Hal tersebut berkaitan dengan program latihan intensif yang dijalani Persib dalam beberapa hari terakhir di Bali United Training Center sebagai bagian dari persiapan menghadapi agenda kompetitif berikutnya.
Program tersebut tidak ringan karena para pemain menjalani latihan fisik dengan intensitas tinggi, termasuk banyak menu sprint. Kondisi itu membuat kaki pemain belum berada pada tingkat kesegaran maksimal ketika menjalani pertandingan Persib Vs Sabah FC, sehingga kemenangan 3-0 menjadi hasil menarik mengingat tim bermain di tengah beban latihan yang berat.

Sumber Gambar : Liputan6.com
“Yang kami latih dalam beberapa hari terakhir sangat intensif. Banyak latihan sprint, jadi bisa dilihat kaki para pemain belum sepenuhnya segar,” ujar Igor Tolic seusai pertandingan.
Pernyataan Tolic sekaligus memberikan gambaran bahwa laga di Dewata Challenge Series bukan semata-mata mengenai hasil akhir. Tim pelatih sedang membangun fondasi fisik yang diharapkan membuat para pemain mampu menjalankan permainan berintensitas tinggi ketika kompetisi sesungguhnya berlangsung, terutama jika pressing agresif menjadi salah satu identitas yang hendak diterapkan.
Persib Belum Turunkan Seluruh Kekuatan Terbaik
Kemenangan 3-0 terasa semakin menarik karena Persib belum menurunkan beberapa pemain kunci yang berpotensi menambah kekuatan tim. Ragnar Oratmangoen dan Sandy Walsh hanya menyaksikan laga dari tribune VIP Stadion Dipta dan belum tampil dalam pertandingan tersebut.
Saddil Ramdani juga belum dimainkan setelah kembali memperkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Kondisi ini membuat tim pelatih harus mengatur beban pemain dengan lebih hati-hati. Fase persiapan tidak hanya soal kebugaran, tetapi juga pencegahan risiko cedera sebelum kompetisi resmi dimulai.
Eliano Reijnders dan Thom Haye belum bergabung dengan skuad Persib. Sementara itu, Danijel Loncar hanya duduk di bangku cadangan. Artinya, komposisi yang tampil dalam laga Persib Vs Sabah FC masih bisa berubah ketika seluruh pemain sudah siap secara fisik.
Situasi ini juga membuka persaingan internal yang cukup ketat. Pemain yang mendapat kesempatan lebih awal harus menjaga performa agar tetap dipilih. Kehadiran pemain lain nantinya akan memperkaya opsi Tolic dalam menentukan formasi dan rotasi tim.
Pressing Persib Mulai Menggigit dan Serangan Balik Lebih Tajam
Selain skor akhir, perkembangan taktik menjadi aspek yang membuat Igor Tolic cukup puas. Persib mulai menunjukkan skema serangan balik yang lebih terstruktur. Pressing ketat juga terlihat saat Maung Bandung menekan sejak area pertahanan Sabah FC.
Tekanan bahkan dilakukan ketika Sabah FC melakukan tendangan gawang. Strategi ini menunjukkan keinginan Persib merebut bola lebih cepat di area lawan. Dengan cara ini, jarak untuk menciptakan peluang menjadi lebih pendek dan lawan tidak leluasa membangun serangan.
Namun, laga Persib Vs Sabah FC belum sepenuhnya memuaskan Tolic. Ia masih melihat kebutuhan untuk memperbaiki kemampuan keluar dari situasi low block. Hal ini penting sebelum tim meningkatkan intensitas pressing di area depan.
Pressing tinggi juga menuntut koordinasi yang rapi antar lini. Satu kesalahan kecil bisa membuka ruang bagi lawan. Karena itu, kondisi fisik dan pemahaman taktik harus berjalan seimbang agar intensitas permainan tetap terjaga sepanjang laga.
Ketajaman Lini Depan Jadi Sinyal Positif bagi Maung Bandung
Tiga gol yang tercipta menjadi kabar baik bagi tim pelatih. Tolic menilai lini depan mulai efektif dalam memanfaatkan peluang. Variasi pencetak gol juga menunjukkan Persib tidak bergantung pada satu pemain saja.
Tolic turut mengapresiasi Mariano Peralta yang mencetak gol pembuka lewat penalti. Menurutnya, gol cepat dari penyerang sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan diri tim. Hal ini juga membantu menjaga ritme permainan tetap stabil.
“Ketika Anda memiliki pemain di barisan depan, makin cepat mereka mencetak gol, semakin baik untuk semua orang. Saya senang mereka bisa melakukannya,” kata Tolic.
Pelatih asal Kroasia itu juga menilai kerja sama antarpemain mulai berkembang. Dalam laga Persib Vs Sabah FC, gol tidak hanya lahir dari individu, tetapi juga dari kombinasi permainan yang rapi. Hal ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan tim ke depan.
Skor 3-0 Belum Membuat Persib Berhenti Berbenah
Meski tiga gol berhasil diciptakan, Tolic menilai Persib masih punya peluang untuk mencetak skor lebih besar. Pernyataan ini menunjukkan standar tim pelatih tidak berhenti pada kemenangan saja, tetapi juga pada efektivitas setiap peluang yang tercipta.
“Gol-gol yang luar biasa hari ini. Kami seharusnya bisa mencetak beberapa gol lagi,” ujar Tolic. Evaluasi seperti ini penting karena laga pramusim menjadi ajang uji taktik, bukan sekadar mengejar hasil akhir.
Hasil Persib Vs Sabah FC memberi fondasi positif untuk persiapan lanjutan. Persib mencetak tiga gol, tidak kebobolan, menunjukkan perkembangan pressing, dan mendapat kontribusi dari beberapa pemain meski skuad belum lengkap serta kondisi fisik belum optimal.
Tantangan berikutnya adalah menjaga perkembangan ini saat pemain lain bergabung. Persaingan posisi akan semakin ketat. Igor Tolic harus menyatukan kualitas individu menjadi sistem yang stabil agar konsistensi tetap terjaga di lapangan.
Persib Vs Sabah FC Menjadi Gambaran Awal Ambisi Maung Bandung
Kemenangan Persib Vs Sabah FC 3-0 menjadi hasil menjanjikan di Dewata Challenge Series 2026. Mariano Peralta membuka skor menit ke-27, Luka Menalo menggandakan keunggulan menit ke-76, dan Beckham Putra menutup laga menjelang akhir pertandingan.
Hasil ini semakin bernilai karena Persib belum menurunkan seluruh pemain. Ragnar Oratmangoen, Sandy Walsh, Saddil Ramdani, Eliano Reijnders, Thom Haye, dan Danijel Loncar belum tampil penuh dalam laga tersebut.
Namun, kemenangan di masa persiapan tidak menjamin perjalanan kompetisi akan mudah. Persib masih harus meningkatkan kondisi fisik, memperbaiki pressing, dan menyempurnakan penyelesaian akhir agar tetap konsisten saat tekanan meningkat.
Pada akhirnya, duel Persib Vs Sabah FC bukan hanya soal skor 3-0. Laga ini memperlihatkan awal dari sistem permainan Igor Tolic, mulai dari pressing agresif, transisi cepat, hingga kontribusi gol dari banyak pemain, yang akan semakin berkembang saat skuad lengkap.
Baca juga konten dengan artikel liga favoritmu hanya di Sepakbola
Simak berita mendalam lainnya mengenai Skuad Terbaik Persija Disiapkan Shin Tae-yong Hadapi Chiangrai United
