Agustus 24, 2026

INCABERITA Olahraga

Portal Berita Olahraga Terkini dan Terpercaya

Marseille vs Atlético Madrid: Atlético Menang 2-1

Marseille vs Atlético Madrid: Comeback Dramatis, Los Rojiblancos Menang 2-1

Jakarta, olahraga.incaberita.co.id – Pertandingan Marseille vs Atlético Madrid berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk tim tamu dalam laga persahabatan pramusim di CEPAC Vélodrome, Marseille, Jumat, 14 Agustus 2026. Atlético harus bekerja keras karena Olympique Marseille lebih dahulu membuka keunggulan sebelum tim asuhan Diego Simeone membalikkan keadaan.

Igor Paixão membawa Marseille unggul pada menit ke-22. Namun, Rodrigo Mendoza menyamakan kedudukan pada menit ke-39 sebelum Carlos Martín mencetak gol kemenangan Atlético pada menit ke-78.

Kemenangan tersebut terasa penting bagi Los Rojiblancos karena menjadi pertandingan terakhir mereka dalam rangkaian pramusim 2026/27. Selain mendapatkan hasil positif, laga ini memberi kesempatan kepada Simeone untuk melihat kesiapan pemain muda dan sejumlah wajah baru sebelum memasuki pertandingan kompetitif.

Marseille vs Atlético Madrid Berjalan Intens Sejak Awal

Marseille vs Atlético Madrid: Comeback Dramatis, Los Rojiblancos Menang 2-1

Image Source: Olahraga INCABERITA

Pertandingan Marseille vs Atlético Madrid langsung berlangsung dengan tempo tinggi. Marseille mencoba memanfaatkan keuntungan bermain di kandang dengan memberikan tekanan kepada pertahanan Atlético.

Tim asal Prancis itu terlihat lebih nyaman dalam membangun serangan pada periode awal. Atlético, di sisi lain, berusaha menjaga struktur permainan sambil mencari kesempatan melalui transisi cepat.

Meski Marseille cukup dominan, Atlético sebenarnya mendapatkan peluang berbahaya terlebih dahulu. Ademola Lookman menerima umpan Kang-in Lee sebelum melepaskan percobaan yang mengenai tiang gawang.

Kegagalan tersebut kemudian harus dibayar mahal.

Marseille memanfaatkan masalah di pertahanan Atlético untuk menciptakan gol pembuka. Paixão menjadi pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan.

Igor Paixão Bawa Marseille Unggul

Gol pertama tercipta pada menit ke-22.

Igor Paixão berhasil membawa Marseille unggul 1-0 setelah memanfaatkan situasi pertahanan Atlético yang kurang sempurna. Ia menyelesaikan peluang dengan mengangkat bola melewati Jan Oblak.

Gol tersebut semakin meningkatkan kepercayaan diri Marseille.

Paixão menjadi salah satu pemain yang paling aktif dalam memberikan ancaman. Pergerakannya membuat pertahanan Atlético harus bekerja lebih keras untuk menutup ruang.

Bagi Atlético, tertinggal pada babak pertama menjadi ujian penting. Laga persahabatan memang tidak memberikan poin, tetapi pertandingan terakhir pramusim memiliki fungsi besar untuk melihat kesiapan tim sebelum kompetisi resmi.

Simeone kemudian mulai melakukan perubahan bahkan sebelum babak pertama selesai.

Rodrigo Mendoza Samakan Kedudukan

Atlético melakukan beberapa pergantian pada menit ke-36. Rodrigo Mendoza, Carlos Martín, dan Dani Martínez masuk untuk memberikan energi baru.

Keputusan tersebut segera menghasilkan perubahan.

Pada menit ke-39, Mendoza mencetak gol yang membuat skor berubah menjadi 1-1. Gol tersebut menjadi gol pertamanya bersama tim utama Atlético.

Atlético berhasil mendapatkan momentum hanya beberapa menit sebelum turun minum.

Gol penyama kedudukan juga menunjukkan kemampuan Los Rojiblancos memberikan respons setelah berada dalam tekanan. Mereka tidak membiarkan Marseille mempertahankan keunggulan terlalu lama.

Babak pertama akhirnya berakhir dengan skor 1-1.

Dengan kedudukan kembali seimbang, pertandingan menjadi semakin terbuka setelah jeda.

Atlético Mulai Menemukan Ritme Permainan

Memasuki babak kedua, Simeone kembali melakukan perubahan.

Arnau Ortiz masuk menggantikan Pablo Barrios pada awal babak kedua. Kemudian Morten Hjulmand dan Obed Vargas mendapat kesempatan bermain pada menit ke-56.

Pergantian pemain menjadi salah satu bagian penting dalam laga pramusim seperti ini.

Pelatih tidak hanya mengejar hasil akhir, tetapi juga perlu menguji kombinasi pemain, kondisi fisik, serta kemampuan skuad menjalankan skema permainan dalam situasi berbeda.

Atlético mulai terlihat lebih stabil dibandingkan periode awal pertandingan.

Namun, Marseille tetap berbahaya.

Tim tuan rumah memiliki sejumlah kesempatan melalui pemain seperti Timothy Weah, Amine Harit, dan Amine Gouiri. Atlético harus mempertahankan konsentrasi ketika Marseille mencoba kembali mengambil kendali pertandingan.

Carlos Martín Jadi Penentu Kemenangan

Momen yang menentukan pertandingan akhirnya datang pada menit ke-78.

Carlos Martín membawa Atlético berbalik unggul 2-1. Gol tersebut tercipta setelah pergerakan Arnau Ortiz membuka kesempatan bagi Atlético untuk menyerang melalui transisi cepat.

Gol Carlos Martín memiliki arti penting.

Ia masuk sejak menit ke-36 dan akhirnya menjadi pemain yang memastikan Atlético menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan.

Skor berubah menjadi Marseille 1-2 Atlético Madrid.

Marseille mencoba memberikan respons pada sisa pertandingan. Namun, Atlético mampu menjaga keunggulan hingga peluit akhir.

Hasil tersebut memastikan tim Simeone menutup pramusim dengan kemenangan di salah satu stadion dengan atmosfer kuat di Prancis.

Pemain Muda Atlético Berikan Kontribusi

Salah satu hal menarik dari pertandingan ini adalah kontribusi pemain muda Atlético.

Rodrigo Mendoza dan Carlos Martín menjadi dua pencetak gol. Arnau Ortiz juga memiliki peran dalam terciptanya gol kemenangan.

Situasi tersebut memberikan sinyal positif bagi Simeone.

Pertandingan pramusim sering menjadi kesempatan bagi pemain muda untuk membuktikan bahwa mereka mampu bersaing mendapatkan tempat di tim utama. Menghadapi klub dengan kualitas seperti Marseille memberikan ujian yang lebih representatif dibandingkan sekadar sesi latihan.

Atlético sendiri datang ke Marseille tanpa sejumlah pemain penting.

Julián Álvarez, Álex Baena, Marcos Llorente, dan Juan Musso tidak masuk skuad setelah baru kembali dari masa libur pasca-Piala Dunia. Alexander Sørloth juga absen karena masalah otot.

Kondisi tersebut membuat kesempatan bagi pemain muda semakin terbuka.

Dan hasilnya cukup positif.

Dua pemain yang mencetak gol kemenangan Atlético berasal dari kelompok pemain yang sedang berusaha meningkatkan peran mereka dalam skuad.

Alejandro Grimaldo Jalani Debut

Pertandingan Marseille vs Atlético Madrid juga menjadi momen penting bagi Alejandro Grimaldo.

Pemain tersebut menjalani debutnya bersama Atlético setelah bergabung dengan klub. Ia menjadi salah satu nama baru yang mendapatkan kesempatan menjelang dimulainya musim kompetitif.

Kehadirannya menambah pilihan bagi Simeone dalam menyusun tim.

Laga pramusim memberikan ruang untuk membangun pemahaman antara pemain baru dan anggota skuad lainnya. Adaptasi tersebut menjadi penting karena Atlético segera menghadapi pertandingan resmi.

Simeone tentu tidak hanya membutuhkan kualitas individu. Pemain juga harus memahami sistem permainan, pola tekanan, transisi, serta tuntutan defensif yang selama ini menjadi karakter Atlético.

Karena itu, menit bermain di Marseille menjadi bagian penting dari proses tersebut.

Marseille Tetap Tunjukkan Ancaman

Meski kalah, Marseille tidak tampil buruk.

Tim tuan rumah mampu memberikan tekanan dan sempat mengendalikan pertandingan, khususnya pada fase awal. Gol Paixão menjadi bukti bahwa Marseille memiliki kemampuan menciptakan ancaman ketika menemukan ruang.

Timothy Weah, Amine Harit, dan Amine Gouiri juga sempat mendekati peluang mencetak gol.

Namun, efektivitas menjadi pembeda.

Atlético berhasil mencetak dua gol setelah tertinggal, sementara Marseille tidak mampu memanfaatkan peluang berikutnya untuk kembali mengubah skor.

Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Marseille menjelang kompetisi domestik.

Kekalahan dalam pertandingan persahabatan memang tidak menentukan perjalanan sebuah musim. Namun, laga melawan tim dengan karakter seperti Atlético memberikan gambaran mengenai aspek permainan yang masih perlu diperbaiki.

Mental Atlético Terlihat Setelah Tertinggal

Salah satu aspek positif dari kemenangan ini adalah cara Atlético memberikan respons.

Los Rojiblancos tidak langsung kehilangan struktur setelah kebobolan.

Mereka melakukan penyesuaian, memasukkan pemain baru, kemudian mendapatkan gol penyama kedudukan sebelum babak pertama berakhir.

Pada babak kedua, Atlético tetap bersabar.

Mereka tidak harus mendominasi seluruh pertandingan untuk mendapatkan kemenangan. Ketika kesempatan melalui serangan balik muncul, Carlos Martín mampu memanfaatkannya.

Karakter semacam ini bukan sesuatu yang asing bagi tim asuhan Simeone.

Atlético selama bertahun-tahun dikenal sebagai tim yang mampu bertahan dalam situasi sulit dan memanfaatkan momentum pertandingan.

Meski laga kali ini hanya berstatus persahabatan, pola tersebut kembali terlihat.

Kemenangan Penting Menjelang Musim Baru

Pertandingan melawan Marseille merupakan laga terakhir Atlético dalam rangkaian pramusim.

Sebelumnya, tim Madrid menjalani sejumlah pertandingan uji coba, termasuk menghadapi Getafe, Manchester United, dan Manchester City. Laga di Marseille menjadi kesempatan terakhir bagi Simeone untuk melakukan evaluasi langsung dalam pertandingan sebelum memasuki LaLiga.

Karena itu, kemenangan 2-1 memiliki nilai lebih dari sekadar hasil pertandingan persahabatan.

Simeone mendapatkan gambaran mengenai pemain muda yang dapat menjadi alternatif. Ia juga dapat melihat perkembangan pemain baru serta kondisi beberapa anggota skuad yang telah menjalani pramusim lebih panjang.

Meski demikian, Atlético masih memiliki pekerjaan rumah.

Beberapa momen pada pertandingan menunjukkan bahwa pertahanan mereka masih dapat ditekan. Marseille mampu menciptakan peluang dan membuat Atlético kesulitan keluar dari area sendiri pada fase tertentu.

Aspek tersebut perlu diperbaiki ketika kompetisi resmi dimulai.

Marseille vs Atlético Madrid Jadi Ujian Berharga

Hasil akhir Marseille vs Atlético Madrid memberikan cerita menarik menjelang dimulainya musim 2026/27.

Marseille sebenarnya membuka pertandingan dengan baik dan mendapatkan keunggulan melalui Igor Paixão pada menit ke-22. Namun, Atlético mampu memberikan respons melalui Rodrigo Mendoza pada menit ke-39.

Pertandingan kemudian ditentukan Carlos Martín pada menit ke-78.

Skor akhir 2-1 memastikan Atlético Madrid meninggalkan CEPAC Vélodrome dengan kemenangan sekaligus menutup rangkaian pramusim secara positif.

Bagi Marseille, kekalahan tersebut menjadi kesempatan untuk mengevaluasi efektivitas permainan sebelum menjalani pertandingan kompetitif. Sementara bagi Atlético, kontribusi pemain muda menjadi salah satu catatan paling menarik.

Rodrigo Mendoza mencetak gol penyama kedudukan, Carlos Martín menjadi penentu, dan Arnau Ortiz ikut memberikan pengaruh setelah masuk pada babak kedua.

Pada akhirnya, Marseille vs Atlético Madrid bukan hanya menjadi laga pemanasan. Pertandingan tersebut memberikan gambaran mengenai kesiapan kedua tim sekaligus memperlihatkan bagaimana Atlético mampu bangkit dari ketertinggalan dan mengakhiri pramusim dengan kemenangan.

Temukan Informasi Lengkapnya Tentang:  Liga Spanyol

Baca Juga Artikel Berikut: Jadwal Arsenal Vs Como Hari Ini di Emirates Stadium

Author