Juli 26, 2026

INCABERITA Olahraga

Portal Berita Olahraga Terkini dan Terpercaya

Perebutan Peringkat 3 Prancis vs Inggris, Duel Terakhir Para Pemburu Gol

Perebutan Peringkat 3

olahraga.incaberita.co.id —  Perebutan Peringkat 3 Piala Dunia FIFA 2026 menghadirkan pertemuan besar antara Prancis dan Inggris. Kedua tim memasuki laga ini setelah harapan mereka mencapai partai puncak kandas pada babak semifinal. Meski bukan final yang diinginkan, pertandingan tersebut tetap membawa gengsi besar bagi dua raksasa sepak bola Eropa.

Prancis harus menerima kenyataan pahit setelah ditundukkan Spanyol dengan skor 0-2. Kekalahan itu menghentikan ambisi mereka untuk tampil dalam tiga final Piala Dunia secara beruntun. Skuad Didier Deschamps kini harus segera bangkit agar perjalanan panjang mereka tidak berakhir tanpa penghargaan.

Inggris juga mengalami luka yang tidak kalah dalam. The Three Lions gagal mempertahankan keunggulan ketika menghadapi Argentina pada semifinal. Aksi kebangkitan lawan membuat Inggris kembali kehilangan peluang untuk mengakhiri penantian panjang meraih gelar dunia kedua.

Karena itu, pertandingan ini bukan sekadar laga penghiburan. Medali perunggu akan menjadi penutup yang cukup berharga bagi tim yang mampu mengendalikan kekecewaan, menjaga konsentrasi, dan menunjukkan mental terbaik hingga peluit akhir.

Mbappe, Kane, dan Bellingham Memburu Sepatu Emas

Sorotan utama tertuju kepada Kylian Mbappe yang telah mencetak delapan gol sepanjang turnamen. Penyerang Prancis tersebut memiliki kesempatan terakhir untuk menambah koleksinya sekaligus memperbesar peluang memenangkan Sepatu Emas adidas sebagai pencetak gol terbanyak.

Mbappe kembali menunjukkan bahwa panggung Piala Dunia merupakan wilayah favoritnya. Kecepatan, ketajaman, dan kemampuan menyelesaikan peluang membuatnya terus menjadi ancaman serius. Laga menghadapi Inggris dapat menjadi kesempatan untuk menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain paling menentukan di generasinya.

Namun, persaingan belum sepenuhnya berakhir. Harry Kane dan Jude Bellingham telah mengoleksi enam gol. Keduanya membutuhkan penampilan luar biasa untuk mengejar Mbappe, tetapi pertandingan terbuka dengan banyak peluang dapat menghadirkan kejutan yang sulit diperkirakan.

Persaingan individu tersebut menambah lapisan cerita dalam pertandingan. Setiap peluang, tembakan, dan gol bukan hanya memengaruhi hasil akhir, tetapi juga dapat menentukan siapa yang membawa pulang penghargaan pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026.

Perjalanan Prancis Dipenuhi Kemenangan Meyakinkan

Prancis membuka turnamen dengan penampilan yang sangat kuat. Mereka menaklukkan Senegal 3-1 pada pertandingan pertama, kemudian mengalahkan Irak 3-0. Performa tersebut memperlihatkan keseimbangan antara kekuatan lini serang dan organisasi permainan yang solid.

Les Bleus memastikan posisi teratas Grup I setelah menghancurkan Norwegia dengan skor 4-1. Kemenangan besar tersebut membuat mereka memasuki fase gugur sebagai salah satu kandidat utama juara. Mbappe dan rekan-rekannya terlihat mampu membongkar berbagai pola pertahanan lawan.

Perebutan Peringkat 3

Sumber Gambar : ITERA

Dominasi itu berlanjut ketika Prancis menyingkirkan Swedia dengan kemenangan 3-0. Mereka kemudian melewati ujian lebih berat saat berhadapan dengan Paraguay dan Maroko. Meski mendapat tekanan, pengalaman para pemain membantu Prancis memastikan tempat di semifinal.

Langkah mereka akhirnya dihentikan Spanyol dalam pertandingan yang berlangsung di Dallas. Kekalahan 0-2 memperlihatkan bahwa ketajaman Prancis dapat diredam oleh lawan yang disiplin. Kini, mereka dituntut menampilkan respons cepat saat menghadapi Inggris.

Inggris Menempuh Jalan Penuh Drama

Inggris memulai perjalanan di Grup L dengan kemenangan menarik 4-2 atas Kroasia. Hasil tersebut memunculkan optimisme besar karena lini serang mereka mampu menciptakan banyak peluang sekaligus mencetak gol dari berbagai situasi permainan.

Namun, performa Inggris sempat menurun ketika ditahan Ghana tanpa gol. Mereka kemudian memastikan status juara grup setelah menaklukkan Panama. Meski hasilnya positif, permainan Inggris belum selalu stabil dan beberapa kali terlihat kesulitan ketika menghadapi pertahanan rapat.

Pada Babak 32 Besar, RD Kongo memberikan perlawanan yang merepotkan. Inggris baru mampu mengamankan kemenangan setelah Harry Kane mencetak dua gol pada babak kedua. Sang kapten kembali menjadi pembeda ketika tekanan terhadap tim meningkat.

Drama berlanjut melalui kemenangan 3-2 atas Meksiko dan keberhasilan comeback melawan Norwegia lewat perpanjangan waktu. Sayangnya, pola kebangkitan tersebut tidak terulang saat menghadapi Argentina. Inggris justru menjadi korban comeback dramatis pada semifinal.

Sejarah Medali Perunggu Dua Raksasa Eropa

Prancis akan menjalani laga perebutan tempat ketiga untuk keempat kalinya dalam sejarah Piala Dunia. Mereka pernah membawa pulang medali perunggu pada 1958 setelah mengalahkan Jerman Barat. Hasil serupa diraih pada turnamen 1986 ketika menghadapi Belgia.

Tidak semua pengalaman Prancis berakhir manis. Pada edisi 1982, mereka gagal mengamankan peringkat ketiga setelah dikalahkan Polandia. Catatan tersebut memperlihatkan bahwa laga ini selalu memiliki tekanan tersendiri meskipun dimainkan setelah semifinal.

Inggris bersiap menjalani pertandingan perebutan medali perunggu untuk ketiga kalinya. Mereka sebelumnya gagal ketika menghadapi Italia pada 1990. Kekalahan serupa kembali terjadi saat melawan Belgia di Piala Dunia 2018.

Catatan tersebut membuat Inggris memiliki motivasi tambahan untuk meraih medali perunggu pertama mereka. Sebaliknya, Prancis berpeluang menambah koleksi dan memperkuat sejarahnya sebagai salah satu negara dengan tradisi kuat di panggung sepak bola dunia.

Rekor Pertemuan Menjanjikan Pertarungan Ketat

Prancis dan Inggris telah berhadapan puluhan kali dalam berbagai kompetisi. Namun, hanya tiga pertemuan yang terjadi di Piala Dunia. Inggris memenangi dua pertandingan pertama, sedangkan Prancis unggul dalam pertemuan terakhir.

Duel pertama berlangsung pada fase grup Piala Dunia 1966. Inggris menang 2-0 melalui dua gol Roger Hunt. Tim tersebut kemudian melanjutkan perjalanan hingga menjadi juara di hadapan pendukung sendiri.

Pertemuan berikutnya terjadi pada Piala Dunia 1982. Inggris kembali menang, kali ini dengan skor 3-1. Bryan Robson mencetak dua gol, sementara Paul Mariner menyumbangkan satu gol tambahan untuk memastikan kemenangan The Three Lions.

Prancis membalas pada perempat final Piala Dunia 2022 melalui kemenangan 2-1. Gol Aurelien Tchouameni dan Olivier Giroud mengantar Les Bleus lolos, sedangkan Harry Kane mencetak satu penalti sebelum gagal mengeksekusi penalti keduanya. Kini, Perebutan Peringkat 3 menjadi panggung baru untuk menentukan siapa yang mampu menutup Piala Dunia 2026 dengan kepala tegak.

Penutup yang Tetap Layak Diperjuangkan

Perebutan Peringkat 3 antara Prancis dan Inggris tetap menjanjikan pertandingan berkelas tinggi. Kedua tim membawa pemain bintang, pengalaman panjang, serta keinginan kuat untuk menebus kegagalan pada semifinal.

Prancis memiliki daya ledak besar melalui Mbappe, sedangkan Inggris mengandalkan Kane, Bellingham, dan kolektivitas permainan mereka. Pertarungan di lini tengah serta efektivitas penyelesaian akhir dapat menjadi pembeda utama sepanjang pertandingan.

Laga ini juga menjadi ujian mental. Tim yang paling cepat melupakan kekalahan semifinal memiliki peluang lebih besar untuk mengendalikan permainan. Kesalahan kecil dapat terasa mahal karena kedua kesebelasan mempunyai pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan dalam sekejap.

Medali perunggu memang tidak seberkilau trofi juara. Namun, kemenangan tetap dapat menjadi penutup terhormat setelah perjalanan panjang dan melelahkan. Bagi Prancis maupun Inggris, pertandingan terakhir ini merupakan kesempatan untuk meninggalkan turnamen dengan rasa bangga.

Baca juga konten dengan artikel liga favoritmu hanya di  Piala Dunia 2026

Simak berita mendalam lainnya mengenai Botafogo vs Santos: Duel Penentu Nasib di Papan Tengah Brasileirão 2026

Author